oleh

Syahrul Gunawan Datangi Posku Unisa Palu

-Hiburan-dibaca 397 kali

SULTENG RAYA – Artis bintang sinetron Jin dan Jun Syahrul Gunawan mendatangi Posko Universitas Alkhairat (Unisa) Palu, Jumat (19/10/2018) Sore, Syahrul datang menyapa dan menghibur masyarakat korban gempa dan tsunami yang ada di posku ini.

Ia datang bersama Asosiasi Tim Muslim Pengusaha Umroh Haji untuk menyalurkan sumbangan berupa makanan, alat-alat ibadah seperti mukenah, sajadah, sarung, Alquran, buku panduan baca alquran buat anak-anak, selimut, dan susu.

“Senang bisa datang ke Palu, menyapa masyarakat Kota Palu yang sebelumnya mungkin perna mengenal saya, terasuk mengenal saya melalui sosial media. Bisa menghibur termasuk foto-foto bersama masyarakat,”kata Syahrul Gunawan. Jumat (19/10/2018) Sore.

Ia mengaku hal seperti ini telah Ia lakukan sejak perstiwa Tsunami Aceh tahun 2004, Merapi Yogyakarta, Gempa Lombok dan kini di Kota Palu. Awalnya Syahrul bersama teman-teman setimnya berencana datang ke Palu tanggal 17 sampai 19 Oktober, namun karena padatnya jadwalnya, Syahrul datang ke Palu tanggal 18 dan harus kembali ke Jakarta tanggal 19 Oktober 2018.

“Terus terang saya tidak bisa memberi apa-apa, paling tidak kami bisa ikutlah berpartisiasi meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Palu ini,”ungkap Humas Asosiasi Tim Muslim Pengusaha Umroh Haji ini.

Atas peristiwa ini juga kata Syharul, membuktikan jika rasa persaudaraan Indonesia itu masih ada dan sangat kuat, terbukti dengan banyaknya partisipasi anak-anak bangsa dari sabang sampai marauke, dari Miangas ke Kota Laut, tanpa harus melihat latar belakang suku, agama, golongan dan pandangan politik, mereka larut dalam duka membantu saudaranya.
Yang tidak kalah penting kata Syharul, peristiwa ini harus bisa diambil hikmanyah, dan tidak lagi saling menyalahkan satu sama lainnya.

“Sebaiknya tidak perlu diperpanjang lebar, lebih baik saling merangkul untuk membangun Palu lebih baik kedepan, serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa,”harap Syahrul.

Ia juga menitipkan pesan ke pada pemerintah untuk lebih mengedukasi masyarakat terlebih pada anak-anak tentang langkah pertama yang perlu dilakukan saat bencana seperti ini terjadi. Sebab secara global Indonesia memang memiliki alam yang begitu subur, namun dibalik suburnya ada konsekoensi yang besar di dalam perut bumi yang tersimpan, seperti gunung berapa, tanah lonsur, likuifaksi, serta tsunami.

Sebab ada cerita yang ia dengar, saat gempa tiba, ada satu keluarga malah berpelukan satu-sama lainnya, untung saja rumahnya tidak roboh, hal itu terjadi karena kurangnya edukasi pada masyarakat, jika masyarakat seperti itu sudah mendapatkan edukasi, tentu ada tindakan yang dilakukan minimal meninggalkan rumah.

AMI

Komentar

News Feed