oleh

TNI Pecahkan Rekor Muri, Tari Gemu Famire

SULTENG RAYA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI, dalam menari Gemu Famire. Tari ini melibatkan total 305 ribu jiwa, serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Di Kota Palu, Korem 132/Tadulako melibatkan sekitar 3.000 orang dalam pemecahan rekor Muri tari Gemu Famire yang digelar di Lapangan Vatulemo, Selasa (4/9/2018) pagi. Pemecahan rekor Muri terkait Hari Ulang Tahun ke 73 TNI tahun 2018.

Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita mengatakan peserta merupakan gabungan dari TNI-Polri, masyarakat, siswa dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah setempat.

“Serentak seluruh Indonesia. Persiapannya satu Minggu, kami latihan dengan memberikan VCD ke sekolah-sekolah dan instansi,” kata Danrem Agus Sasmita.

Para peserta mengenakan seragam olahraga dan berikat kepala berwarna merah putih, mereka menari selama beberapa menit.

Baca Juga :   HIPMI Poso Beri Santunan ke Anak Yatim

Kegiatan seperti ini bukan perkara pemecahan rekor Muri, tetapi juga menggambarkan bagaimana semangat NKRI merupakan harga mati bagi masyarakat dan bangsa.

“Itu terus dirajut oleh TNI dan Polri. Semangat mengadakan acara seperti ini, sekalipun sederhana, itu sangat luar biasa. Semangat seperti inilah yang akan kita pelihara. Terlebih kedepan, kita akan menghadapi Pemilu, hal seperti ini harus terus digelorakan. Semoga semangat persatuan kita ini betul-betul dijaga bersama,” ucapnya.

Sementara di Kabupaten Poso, sebanyak 2.500 warga turut mensukseskan pemecahan rekor tersebut, di alun-alun Sintuwu Maroso, Selasa (4/9/2018) pagi.

Menari massal Gemu Famire yang dikoordinir Kodim 1307 Poso itu, melibatkan warga, PNS, pelajar, TNI dan Polri dalam upaya pemecahan rekor dalam rangkaian HUT TNI ke 73 tahun 2018.

Tepat jam 8.00 WITA, ribuan peserta penuh semangat dan bergembira menarikan tarian Gemu Famire.

Baca Juga :   Pemudik Bakal Dipulangkan

Sebelum tari Gemu Famire dimulai, Dandim 1307 Poso, Letkol Inf Dody Triohadi dalam sambutanya mengatakan, kegiatan itu dalam rangka HUT ke 73 TNI yang dilaksanakan serentak dengan lokasi yang berbeda diseluruh jajaran Kodim, Korem dan Kodam termasuk di pusat Mabes TNI.

Menurutnya, tari massal tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia dan dikoordinir langsung oleh TNI. Dandim menambahkan, jika target awal dua ribu orang namun peserta yang hadiri melebihi dua ribu peserta.

“Ini merupakan kegiatan pertama kalinya digelar untuk memecahkan rekor Muri sebagai peserta senam terbanyak dalam rangka peringatan HUT TNI yang ke 72 tahun 2018. Kami target dua ribu orang tapi melebihi target 2500 orang,” ujarnya.

Baca Juga :   Nurani Astra Serahkan Bantuan Sembako Rp3,06 Miliar di 34 Provinsi

Dandim menjelaskan, tari Gemu Famire identik dengan sebuah lagu dengan judul yang sama berasal dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Lagu ini menjadi populer semenjak diunggah ke Youtube pada 23 Juni 2015 silam.

Diakuinya, keterlibatan dari berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dalam upaya pemecahan rekor MURI semakin menarik, dimana masing-masing unsur atau intansi mengenakan busana yang berbeda.

Sebelum dimulai untuk memastikan kekompakan irama serta kerapian gerakan tari, terlebih dahulu dilakukan gladi bersih yang dipimpin langsung oleh Dandim 1307 Poso, dan tepat pada pukul 08.00 WITA tarian pun dimulai secara bersamaan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Pelaksanaan senam Gemu Femire di Poso berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Masyarakat Poso sangat bersemangat untuk menyukseskan pemecahan rekor MURI tersebut. ROA/SYM

 

Komentar

News Feed