oleh

Deflasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menilai, deflasi 0,6 persen Kota Palu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulteng. Pasalnya, dengan angka deflasi seperti itu membuktikan bahwa harga pangan stabil.

Demikian disampaikan Kepala Biro (Karo) Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulteng, Richard Arnaldo kepada Sulteng Raya, Selasa (4/9/2018).

“Itu bisa mendorong perekonomian sehingga seharusnya kenaikan harga itu tidak ada, karena deflasi. Dengan adanya beberapa upaya intervensi pasar terkait harga komoditas seperti beras dan lainnya, Pemprov mampu menekan permainan kenaikan harga,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Richard, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng cenderung stabil. Meskipun demikian, ada beberapa daerah yang memiliki kebutuhan hidup yang tinggi sehingga harga sedikit bergejolak.

Baca Juga :   Transaksi New Carry, Gratis Voucher Belanja dan Dua Kali Tenor

“Keseluruhan stabil, melalui koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang telah dikoordinasikan seluruhnya ke Kabupaten/Kota. Cuma memang ada beberapa kabupaten yang kebutuhan hidup dan permintaannya sedikit tinggi seperti Luwuk, Morowali yang memang daerah strategis untuk pertumbuhan ekonominya,” tuturnya. RHT

 

Komentar

News Feed