oleh

BUMN Tidak Boleh Kerjakan Proyek, Dibawah Rp100 Miliar

SULTENG RAYA – Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPP Gapensi) Iskandar Hartawi mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tidak lagi mengerjakan proyek konstruksi dibawah Rp100 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Iskandar Hartawi pada Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (GATENSI) I di Hotel The Sya Regency Palu, Senin (27/8/2018).

Iskandar Hartawi menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil pertemuan hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPP Gapensi dengan Menteri BUMN, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga audiens bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu.

“Awalnya dari penandatanganan MoU dengan Menteri BUMN bahwa BUMN tidak lagi mengerjakan proyek dibawah Rp35 miliar, selanjutnya Menteri PUPR menjelaskan batas maksimal pengerjaan Rp50 miliar. Terakhir, dengan Wapres Jusuf Kalla dan hasilnya dibawah Rp100 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :   HUT ke-47 Gegana, Brimob Polda Sulteng Gelar Pensucian Tunggul

Hal ini guna memberikan kesempatan kepada para pengusaha di daerah agar dapat bekerja dan berpartisipasi dalam pembangunan infrastuktur yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Hal ini juga sebelumnya sudah menjadi imbauan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahwa Badan BUMN karya tidak mengerjakan proyek konstruksi dibawah Rp100 miliar.

BUMN Karya merupakan BUMN dibidang konstruksi seperti PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya, PT Nindya Karya, dan PT. Pembangunan Perumahan.

Sementara itu, terkait pernyataan Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPP Gapensi) Iskandar Hartawi bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tidak lagi mengerjakan proyek konstruksi dibawah Rp100 miliar, disambut baik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   Perdagangan Batu dan Pasir Antara Sulteng-Kaltim Melalui Satu Pintu

Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyatakan dukungan atas pernyataan tersebut dan siap pasang badan menantang jika BUMN Karya di Sulteng mengerjakan proyek dibawah Rp100 miliar.
“Saya tidak provokasi, tapi saya mendukung dan menuntut keadilan pekerjaan di daerah masing-masing,” tegasnya sebelum membuka Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (GATENSI) I di Hotel The Saya Regency, Senin (27/8/2018) . RAF

Komentar

News Feed