oleh

Nelayan Pejuang Pangan Protein Laut

-Kota Palu-dibaca 537 kali

SULTENG RAYA – Kadis Kelautan Dan Perikanan Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo, menilai nelayan adalah pejuang pangan, khususnya protein dari laut.

Menurutnya, di abad modern saat ini, pangan dan energi menjadi dua isu internasional. Negara yang menguasai dan memiliki kedua sumber daya alam tersebut, dapat dikategorikan makmur.

“Tentunya dengan pengelolaan yang matang dan komprehensif,” kata Hasanuddin Atjo, acara sosialisasi Peraturan Perundangan-Undangan Bidang Kelautan dan Perikanan di Aula Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (24/8/2018).
Menurutnya, bonus demografi diperoleh Indonesia pada 2030 sampai 2045, harus disiapkan sejak dini.

“Dimana, 70 persen masyarakat berada di usia produktif. Salah satunya, dengan menyiapkan instrumen pendukung, yakni memperkuat bidang kelautan dan perikanan,” katanya.

Baca Juga :   Terpidana Korupsi Masjid Raya Buol Dieksekusi

Fadli, salah seorang akademisi universitas Tadulako hadir di sosialisasi itu, mengatakan, disadari atau tidak, generasi muda berprofesi sebagai nelayan sangat rendah.

Menurutnya, hal itu disebabkan tidak adanya kepastian jaminan hidup laik jika memutuskan berkecimpung pada sektor itu.

“Sulawesi Tengah dengan garis pantai yang sangat panjang memerlukan instalasi pendukung sektor kelautan dan perikanan. Diantaranya pelabuhan berbasis nelayan. Tempat pelelangan ikan (TPI) yang kondusif. Dan yang juga dibangun ke depan adalah sentra pengolahan ikan yang modern. Agar hasil laut yang melimpah dapat dikirim ke luar daerah, ini otomatus akan meningkatkan nilai tukar petani secara signifikan,” kata Fadli. HGA

Komentar

News Feed