oleh

DPC KAI Palu Pilih Ketua Baru

SULTENG RAYA – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Palu melaksanakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) di salah satu hotel di Kota Palu, Sabtu (18/8/2018).

Kegiatan itu dalam rangka memilih ketua baru DPC KAI periode 2018-2022. Pada kesempatan itu, tiga nama muncul dicalonkan, yakni Hartati Hartono, Benyamin Sunjaya dan Supriadi.

Namun, Benyamin Sunjaya dan Supriadi memilih mengundurkan diri dari pencalonan. Sehingga, Hartati Hartono keluar sebagai ketua secara aklamasi.

Ketua Terpilih DPC KAI Kota Palu, Hartati Hartono, mengatakan, dirinya terpilih sebagai nahkoda merupakan tanggung jawab terhadap kepercayaan semua anggota. Sehingga, dalam menjalankan roda kepengurusan nantinya bakal dilakukan sejumlah manuver untuk mengharumkan nama DPC KAI Kota Palu.

Baca Juga :   Puluhan Motor Terjaring Razia di Jalan Soekarno Hatta

“Yang paling utama, kami akan melakukan perubahan-perubahan dari kepengurusan kemarin yang sifatnya internal yaitu pendataan keorganisasian, kemudian yang kedua membuka LBH (Lembaga Bantuan Hokum), tujuannya mengakomodir semua perkara-perkara terutama di masyarakat bawah. Sehingga, penegakan hukum dapat tercapai dengan baik tanpa melihat tingkat ekonomi suatu kalangan masyarakat,” kata Hartati Hartanto kepada sejumlah wartawan.

Disamping itu, kata dia, prioritas utama pengurus baru adalah bagaimana mencapai kesejahteraan anggota.

“Kami akan mengupayakan agar pembagian perkara tidak hanya terhadap individu. Tetapi, bagaimana kuasa hukum itu di manage secara keseluruhan untuk keanggotaan,” ujarnya.

Ditanya soal alasan DPC KAI menggelar Muscalub, Hartati menegaskan tidak ada kaitannya akibat mandeknya program kerja seperti Muslub pada umumnya dilaksanakan. Namun, ia mengakui permasalaahan prinsipil terjadi dalah lembaga para pejuang hukum itu, yakni pergerakan kesejahteraan anggota sangat minim.

Baca Juga :   Pertamina Sigap, Berikan Bantuan Medis Bagi Korban Gempa Sulbar

“Itu yang membuat visi utama saya selaku ketua seperti dianalogikan kita tidak mungkin membantu orang kalau di dalam internal kita sendiri saja masih sangat kurang kesejahteraannya. Untuk peningkatan intelektual, saya berpikir semua anggota di DPC KAI ini sudah sangat baik,” tuturnya.

PENDAMPINGAN GRATIS KALANGAN MENENGAH KE BAWAH

Selain memprogramkan kesejahteraan anggota, Hartati juga bakal memprogramkan memaksimalkan pemdampingan bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dia mengatakan, pembiayan pemdampingan gratis itu dilaksanakan dengan merangkul berbagai dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Bantuan hukum secara cuma-cuma ke masyarakat ekonomi menengah ke bawah tetap dikoordinasikan dengan pemerintah mengenai pembiayaannya. Jika hanya berharap terhadap anggaran dari pemerintah tersebut, sangat tidak cukup. Sementara, perkara orang ekonomi lemah ini sangata banyak. Ke depan, nantinya lembaga ini akan membukan seluas-luasnya bantuan hukum itu melalui sumber dana CSR Perusahaan yang akan diteken Memorandum of Understanding (MoU) kemudian diupayakan bantuan hukum. Sebagian dari dana tersebut diberikan kepada organisasi advokat ini, sehingga dana mereka menjadi jelas peruntukan serta transparan,” ucapnya. RHT

Komentar

News Feed