oleh

Disdikbud Palu MoU, dengan Dirjen Kebudayaan

-Pendidikan-dibaca 345 kali

SULTENG RAYA-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu melakuan penandatanganan MoU dengan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, pada Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Sebagai bentuk implementasi UU Nomor 5 tahun 2017, tentang Kemajuan Kebudayaan, dan tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Kota Palu dengan Kemendikbud Nomor: 122/E.E1/KP/ 2018 tertanggal 7 Juli 2018 tentang Kemajuan Kebudayaan di Kota Palu.

MoU ini terkait penyelenggaraan worshop nasional praktek cerdas implementasi penguatan peran tokoh informal dan lembaga kearifan lokal, dengan tema dari Palu untuk Indonesia yang berbudaya, yang akan dilaksanakan di Kota Palu pada tanggal 28 September hingga 1 Oktober 2018, sebagai bagian dari rangkaian Palu Nomoni Ke-3 tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi menjelaskan, Worshop tersebut adalah bentuk implementasi dan tindak lanjut dari dialog nasional nilai-nilai budaya bangsa yang perna dilaksanakan saat Palu Nomoni ke-2 di Bulan September 2017 di Kota Palu.

Baca Juga :   UIN Palu-IAKN Toraja Kerja Sama Penguatan Moderasi Beragama

Kemendikbud nantinya akan menghadirkan semua lembaga adat se Indonesia, sementara Menteri Dalam Negeri akan menghadirkan Majelis Agung Raja/Sultan se Indonesia, untuk belajar bagaimana nilai-nilai bangsa itu diimplementasikan dalam tata kehidupan bermasyarakat di Kota Palu. “Dimana di Kota Palu ada namanya Satgas K5, Gerakan Gali Gasa, Mombine untuk Kepolisian, ini semua implementasi dari nilai-nilai budaya bangsa itu,”jelas Ansyar Sutiadi, Selasa (31/7/2018).

Worshaop ini akan dilaksanakan selama tiga hari, masing-masing satu hari di dalam ruangan, dan dua hari berada di luar ruangan turun ke lapangan, dengan mendatangi setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Palu, untuk melihat langsung implementasi nilai-nilai budaya Kaili dalam konsep berbangsa dan bernegara.

“Olehnya itu, sebelum mereka turun ke Kecamatan dan ke Kelurahan, harus menyiapkan betul yang namanya bantaya, K5 dan lembaga adatnya. Jangan sampai para Raja dan Sultan itu melihat, ternyata biasa-biasa saja,”harap Ansyar.

Baca Juga :   Senat Setujui Pemberhentian Ketua STIE Panca Bhakti Palu

Di tempat yang sama, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, pada Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nono Adya S, menjelaskan jika pihaknya melakukan MoU tersebut, karena Ia menilai pemerintah Kota Palu punya komitmen dan perhatian yang besar pada kebudayaan dan tradisi di Kota Palu ini.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2016 terkait kelembangan Kaili, yang diimplementasikan melalui Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 38 tahun 2017. “ Ini menjadi menarik, sebab tidak banyak daerah di Indonesia ini yang memiliki Perda terkait budaya dan tradisi, ini menunjukan jika pemerintah Kota Palu punya komitmen dan perhatian besar pada budaya dan tradisi di kota ini,”ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Palu Hidayat mengungkapkan jika Pemerintah Kota Palu dibawah kepemimpinannya memang tengah melakukan pembinaan serius terkait budaya di Kota Palu, baik itu budaya dalam konteks nilai, budaya dalam konteks seni, budaya dalam konteks ritual, dan lain sebagainya.

Baca Juga :   SMPN 6 Palu Akan Melaksanakan US secara Daring dan Luring

Dan itu diwujudkan dalam bentuk berbagai program, baik itu program yang dianggarkan dalam APBD Kota Palu, maupun konsep dan program yang sama sekali tidak dianggarkan dalam APBD namun itu sifatnya gotong royong. “Ini harus dijaga sebelum habis terkikis oleh perkembangan zaman, ini adalah tugas kita semua,”kata Hidayat.

Dimana konsep budaya yang dikembangkan di Kota Palu ini adalah konsep budaya Kaili yang bersifat universal, yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi yang sudah dibangun oleh nenek moyang etnis Kaili yang mendiami lembah Palu, mengajarkan untuk saling menghargai terhadap satu sama lainnya. Dimana setiap manusia harus dihargai dari seluruh aspek kehidupan bangsa ini. Meliputi aspek sosial budaya di masyarakat. AMI

Komentar

News Feed