oleh

Sampah Dekat SDN Inpres 1 Lere Berserakan

SULTENG RAYA – Sejak beberapa pekan lalu, sampah di Jelan Selar, tepatnya di dekat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lere, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, viral di media sosial, khususnya Facebook dan Instagram Info Palu.

Bukan hanya sampahnya menjadi sorotan warganet. Namun, lokasi sampah dengan SDN 1 Inpres 1 Lere itu, sangat dekat, sekitar tiga meter saja. Sehingga, bau sampah itu kerap mengganggu aktivitas belajar murid di sekolah itu. Terlebih, jika warga membakar sampah di wilayah itu, sangat mengganggu pihak sekolah dan murid.

‘infopalu Pembuangan sampah dekat sekolah. Sampah menumpuk, bau busuk dan asap kebakaran sampah mengganggu proses belajar siswa dan guru di SDN INPREs 1 LERE seperti yg dikeluhkan salah satu nitizen Zulfiltri Rifaisunusi di akun fb-nya. Menurutnya pihak sekolah sdh pernah melaporkan dengan pemerintah setempat solusinya hanya padat karya. Ayo semuanya warga Palu dan sekitar lokasi pembuangan stop buang sampah sembarangan dan tdk sesuai waktu yg ditentukan..’ tulis akun instagram official Info Palu, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga :   Bantuan MKGR Sulteng di Sulbar Sasar Daerah Terisolir

Hingga kini, lokasi itu masih terlihat sampah berserakan. Belum ada tindakan pembersihan, baik dari pihak kelurahan maupun warga sekitar.

Lurah Lere, Marsuki, dikonfirmasi media ini, mengklaim sampah itu bukan tanggung jawab pihaknya. Pasalnya, sampah itu diduga dibuang warga dari luar Kelurahan Lere. Selain itu, ia megaku pernah melakukan pembersihan dengan warga sekitar di lokasi itu, khususnya sampah di bahu jalan dan drainase. Sementara, sampah yang berserakan di atas lahan kosong itu tidak dibersihkan. Ia beralasan, pihaknya masih mencari tahu pemilik lahan untuk diimbau membersihkan sampah tersebut.

Meski demikian, ia mengaku, masih melakukan pemantauan di wilayah itu guna mencari warga yang membuang sampah di lokasi yang bukan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ditetapkan Pemerintah Kelurahan Lere tersebut.

Baca Juga :   PKB Sulteng Kirim Bantuan Gelombang Pertama ke Sulbar
“Sampah tersebut bukanlah sampah yang dibuang oleh masyarakat di Kelurahan Lere. Tapi itu sampah dari masyarakat luar. Kita sudah pantau juga setiap hari sampai tengah malam, tapi Satgas K5 belum dapat siapa pelakunya. Prediksi saya mungkin pada waktu Subuh, sekitar jam tiga mereka buang. Makanya, Satgas K5 belum tangkap tangan pelakunya,” kata Marzuki kepada Sulteng Raya, Senin (23/7/2018).

“Kita sudah bersihkan dengan warga. Tapi, bagian bahu jalan dengan drainasenya saja. Kalau untuk sampah yang bertumpuk banyak di Lahan dekat jalan itu, kami enggan bersihkan. Sebab itu tanah milik orang luar punya. Hingga sekarang belum tahu dimana orangnya,” tambahnya.

Jika melihat dari jenis sampah yang dibuang di lokasi itu, ia menduga sampah itu dibuang pemilik usaha catering , toko meubel dan sampah snack swalayan.

“Kalau kita melihat sampah tersebut, lebih banyak sampah sisa usaha-usaha orang. Kayak catering, mebel, sampah plastik snack. Jadi, dugaannya sampah itu dari pihak-pihak yang punya usaha tersebut,”ucapnya.
Guna mengantisipasi agar sampah di Jalan Selar semakin banyak, ia berencana membuat pagar dan papan larangan buang sampah di kawasan itu.

Baca Juga :   BPS Sulteng Catat Penduduk Sulteng 2,9 Juta Jiwa

Ia menegaskan, jika pihaknya menemukan pelaku pembuang sampah di lokasi itu, bakal diberikan sanksi berdasarkan hukum adat, berupa penyerahan hewan ternak dan lain sebagainya. Sanksi itu berlaku bagi semua warga, baik dari luar Kelurahan Lere maupun warga setempat.

“Kami akan buatkan pagar dan papan larangan. Jika sampai ada yang kedapatan buang sampah sembarangan di tempat itu, biar itu masyarakat kelurahan saya sendiri atau dari kelurahan lain, akan kami beri sanksi tegas sesuai hukum adat. Entah itu sanksinya berupa kambing, sapi atau bahkan di Givu sekalian jika memang diperlukan,” tegasnya. Mg2/HGA

Komentar

News Feed