oleh

Partisipasi Masyarakat Jual Sampah Masih Rendah

SULTENG RAYA – Sampah rumah tangga merupakan satu dari sekian masalah kompleks dihadapi seluruh daerah, baik di dunia maupun di Indonesia, termasuk di Kota Palu.

Meski begitu, tidak banyak daerah yang menjadikan sampah rumah tangga sebagai sumber penghasilan. Caranya, sampah itu dipisahkan lalu didaur ulang atau dimanfaatkan dengan cara lain. Biasanya, seperti di Surabaya, sampah yang telah dipisahkan antara sampah organik dan sampah non organik, ditampung pengelola bank sampah.

Hal itulah yang mendorong Pemerintah Kelurahan Silae, membentuk Bank Sampah Avo Salae. Tujuannya, selain menurunkan volume sampah di Kota Palu khususnya di Kelurahan Silae, bank sampah juga diharapkan dapat mendorong motivasi masyarakatnya lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan tempat.

Selain itu, melalui program Bank Sampah Avo Salae tersebut, masyarakat yang menyetor sampahnya bakal mendapatkan uang yang disimpan di rekening tabungan bank sampah. Uangnya bisa dicairkan minimal satu kali penarikan jika jumlahnya sudah mencapai Rp10 ribu.

Baca Juga :   Wali Kota Hadianto Tampung Masukan Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal

Meski harganya masih terbilang rendah, namun pada prinsipnya, dari pada dibuang lalu merusak lingkungan, lebih baik ditampung di bank sampah. Hitung-hitung sebagai upaya melestarikan lingkungan sekaligus bisa mendapatkan uang tambahan belanja.

Hanya saja, dalam menjalankan program bank sampah memiliki berbagai rintangan. Yang paling menonjol, yakni kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi melakukan pemisahan sampah dan menyetorkan ke bank sampah.

Demikian dirasakan para pengelola Bank Sampah Avo Salae. Sejak didirikan beberapa bulan lalu, bank sampah binaan Pemerintah Kelurahan Silae itu, hingga kini baru 60 kepala keluarga yang berpartisipasi.

Menurut Lurah Silae, Muhammad Shafa, masalah partisipasi masyarakat kurang bukanlah menjadi penghambat bagi dirinya dan pengelola Bank Sampah Avo Salae. Menurutnya, masalah itu merupakan tantangan yang menjadi motivasi dirinya dan pengelola bank sampah untuk lebih giat mencari soluasi maupun inovasi.

Baca Juga :   Kepsek Sebut Telah Menjadi Penggerak di Sekolah

Diakuinya, setelah beberapa bulan beroperasi, salah satu yang menjadikan masyarakat malas bergabung menjadi salah satu nasabah Bank Sampah Avo Salae, yakni harga beli yang masih terbilang rendah.

Untuk itu, dirinya bersama pengelola Bank Sampah Avo Salae berencana mencari tempat pengepul yang menghargai sampah lebih dari harga sebelumnya. Karena, penetapan harga beli kepada masyarakat ditentukan berdasarkan harga beli dari para pengepul di wilayah Kota Palu.

Namun, kata dia, harga sampah bukanlah menjadi tujuan bank sampah. Namun, kata dia, adanya partisipasi untuk memilah sampah dan mengumpulkannya di bank sampah memiliki tujuan utama agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Kita masih terus mencari siapa pembeli yang bisa membeli sampah olahan Bank Sampah Avo Salae dengan harga sedikit lebih tinggi dari sebelumnya,” kata Muhammad Shafa kepada Sulteng Raya, Rabu (18/7/2018).

Baca Juga :   Ketua PKK Provinsi Sulteng Lantik Lima Ketua TP PKK

Ia berencana mencari pasar olahan bank sampah binaannya tersebut di luar daerah. Hingga kini, ia menargetkan untuk mencari pasar di Kota Surabaya. Hal itu berdasarkan informasi, di kota pahlawan itu, harga sampah lebih di atas dari daerah lainnya.

Selain itu, ia juga sekaligus ingin belajar mengenai pola pengelolaan sampah yang baik. Pasalnya di Kota Surabaya, masyarakat telah dibekali pengetahuan melalui bimbingan pemilihan sampah layak jual dan tidak layak jual.

“Saya pernah diberikan saran sama teman untuk menjual sampah di Surabaya. Konon, di sana (Surabaya), pengepul juga dapat memebrikan bimbingan pengelolaan sampah yang baik. Sehingga, sampah yang dikumpul dari masyarakat juga sudah bisa dipisahkan. Kami ingin usaha juga,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui, dirinya sudah beberapa kali mendapat permintaan masyarakat menambah titik bank sampah di RT lain.Mg2/HGA

Komentar

News Feed