oleh

Warga Buang Sampah di Bundaran Kunduri-Labu

SULTENG RAYA – Penanganan sampah di Kota Palu masih memerlukan kerja keras. Bagaimana tidak, meski berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu membenahi wajah ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu agar terbebas sampah, namun kesadaran warga masih kurang menjadi pekerjaan rumah.

Hingga kini, di sudut-sudut Kota Palu masih saja ditemukan sampah berserakan atau ditumpuk di luar Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah.

Seperti terlihat di perempatan Jalan Kunduri dan Jalan Labu, , Rabu (18/7/2018). Di persimbapangan itu terlihat tumpukan sampah limbah kulit durian di sebuah ban yang dijadikan sebagai sarana pengatur lalu lintas.

Sampah kulit durian itu diduga hasil buangan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di sekitar pasar Inpres Manonda. Bak Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disediakan Pemkot Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, ban kendaraan alat berat itu, sudah menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga warga sekitar.

Baca Juga :   Perguruan Nur Yakin Salurkan Bantuan Penyintas Sulbar

“Penjual durian yang buang kulitnya di situ (ban persimpangan Jalan Kunduri-Labu). Kemarin, saya sudah sampaikan agar jangan membuang di sana lagi, dia cuma bilang iyo-iyo saja,” kata Lurah Buluri, Anwar Daud, yang tinggal di Jalan Kelor, Kelurahan Kamonji, tak jauh dari lokasi pembuangan sampah di dalam ban.

Sementara itu, Lurah Kamonji, Ahlul Fitrah, mengatakan, hal itu terjadi akibat kesadaran warganya masih kurang. Padahal, kata dia, Satuan Tugas (Satgas) K5 Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, setiap hari turun lapangan mennyampaikan imbauan kepada warga, agar menjaga kebersihan lingkungan.

“Kesadaran warga mengenai tertib kebersihan masih kurang dan stres, padahal sudah setiap hari Satgas K5 turun mengimbau warga,” katanya.

Baca Juga :   Catat! Vaksin Bentuk Antibodi Sempurna Setelah Satu Bulan

Menurutnya, pola pikir masyarakat masih bergantung kepada Satgas K5 dan Padat Karya, sebagai pelaksana kebersihan. Padahal, dibentuknya Satgas K5 sebagai penggerak agar warga sadar membersihkan lingkungan sebagai wujud perang terhadap sampah yang telah diprogramkan Pemkot Palu.

“Memang kesadaran yang kurang dan masih manja, kapan mau bersih lingkungan? kalau warga masih bergantung terus dengan Satgas K5 dan selalu ada yang diharap,” ujarnya. BAL

Komentar

News Feed