oleh

Informasi Permasalahan TKA PT IMIP Keliru

SULTENG RAYA – Tim Komisi IX DPR RI yang dipimpin Dede Yusuf Effendy, Jumat (6/7/2018) mengunjungi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebuah kawasan industri pertambangan nikel terbesar Indonesia di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Kunjungan para wakil rakyat yang antara lain membidangi masalah ketenagakerjaan itu melihat dari dekat kegiatan pabrik yang beroperasi di dalam kawasan, serta sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan karyawan, seperti kantin Indonesia dan kantin China. Anggota Komisi IX DPR RI juga menyempatkan sesekali berbincang dengan beberapa pekerja.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Effendi mengaku sangat respek dengan berbagai fasilitas produksi seperti pabrik yang beroperasi di dalam kawasan IMIP dan meresponspositif berbagai fasilitas penunjang untuk para karyawan.

Dede Yusuf menyatakan bahwa pihaknya sudah melihat sendiri berbagai fakta di kawasan PT IMIP yang selama ini hanya diterimanya baik melalui email, media sosial dan lainnya sebagainya.

“Setelah kami melihat di lapangan dan pemaparan pihak perusahaan, permasalahan TKA di IMIP tidak seperti yang banyak dibicarakan, demikian pula dengan kabar adanya perbedaan kerja karyawan lokal dan TKA,” kata mantan Wagub Jawa Barat itu.
Menurut dia, dari berbagai informasi itu ternyata lebih banyak kelirunya dibanding benarnya. Karena setelah melihat langsung kondisi di lapangan, justru berbanding terbalik.

Baca Juga :   KPU Morut Gelar Debat Publik Putaran Pertama

“Tadi kami berdialog dengan beberapa karyawan di pabrik. Salah seorang karyawan operator crane mengaku setiap bulan menerima gaji antara Rp7 hingga Rp8 juta. Inikan luar biasa sekali,” katanya.

Legislator asal Partai Demokrat itu mengaku sempat menanyakan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Morowali dampak dari kehadiran perusahaan di dalam kawasan PT IMIP, dan diakui telah memberikan kontribusi pendapatan ekonomi yang cukup besar untuk masyarakat dan daerah.

“Kami yakin semua akan mendukung kalau ada perusahaan bisa memberi dampak ekonomi ke masyarakat, izin berinvestasi boleh saja kita berikan kemudahan, akan tetapi pengawasan juga harus kita perketat sesuai regulasi yang ada,” ungkap mantan aktor laga itu.

Dalam kunjungan tersebut tim Komisi IX DPR RI yang didampingi pejabat-pejabat Imigrasi juga menanyakan mengenai perbandingan gaji antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga :   Oknum Anggota DPRD Morowali Jadi Tersangka Narkoba

“Selisihnya hanya sekitar 20 hingga 30 persen dan itu menurut kami masih wajar karena para TKA itu datang ke sini menggunakan pesawat, begitu pula saat mereka balik ke negaranya,” kata Zulkifli Rahman, Direkrut HRD PT IMIP.

Khusus mengenai TKA, tim Komisi IX menyarankan kepada Pemda Morowali, Pemprov Sulteng juga pemerintah pusat untuk segera membentuk unit Satgas Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Morowali agar keberadaan TKA baik di PT IMIP atau di perusahaan lain bisa terpantau dan jika ada masalah bisa segera diselesaikan.

“Kami dari Komisi IX berharap di Kabupaten Morowali dibuatkan pos TKA untuk mengawasi TKA yang masuk dan keluar,” ujar Dede Yusuf.

Menanggapi hal itu, Chief Eksekutif Officer (CEO) PT IMIP Alexander Barus mengatakan PT IMIP tidak merasa keberatan apabila ditempatkan pos pengawasan, karena itu demi kebaikan dan kelangsungan sebanyak 15 perusahaan di dalam kawasan IMIP yang sekarang sudah beroperasi.

Baca Juga :   KPU Morut Gelar Debat Calon Bupati

“Ya silakan saja, malah lebih bagus lagi untuk mengawasi perusahaan, kalau perlu kami akan menyiapkan tempatnya,” ujarnya.

Selain itu, Alexander juga mengatakan bahwa jumlah karyawan Indonesia yang bekerja di dalam kawasan dan penggajiannya dikoordinasikan langsung oleh PT IMIP dan perusahaan tenant itu saat ini berjumlah 24.165 orang.

“Itu belum termasuk dengan ribuan tenaga kerja perusahaan-perusahaan kontraktor rekanan kami, perusahaan-perusahaan supplier dan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan pelayaran. Jika ditotal jumlahnya bisa mencapai kurang lebih 50 ribu orang,” kata Alexander.

Tenaga kerja asing Sementara mengenai jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di dalam kawasan PT IMIP, kata Alexander, sebanyak 2.356 orang.

Selain melihat kawasan pabrik, tim Komisi IX DPR RI juga mengunjungi kampus Politeknik Industri Logam Morowali di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi. Di tempat itu para anggota dewan mendapat penjelasan bahwa pendirian kampus politeknik tersebut adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli yang dibutuhkan PT IMIP. BMG/ANT

Komentar

News Feed