oleh

Tahun Ini, Kota Palu Dapat 200 BSPS

-Kota Palu-dibaca 653 kali

SULTENG RAYA – Tahun ini, Kota Palu mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 200 rumah.
Bantuan dari Kementerian Pembangunan dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu diberikan kepada 200 warga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni di tiga kelurahan di Kota Palu, yakni Kelurahan Birobuli Utara, Balaroa dan Kelurahan Pengawu.

Berdasarakn penuturan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Palu, Mohammad Rizal, bantuan itu diberikan dalam bentuk bahan, bukan uang tunai.

“Kota Palu mendapat jatah 200 BSPS untuk bantuan pembangunan perbaikan rumah warga miskin di tiga kelurahan,” jelas Mohammad Rizal kepada Sulteng Raya, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, penetuan penerima bantuan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), yang direkomendasikan masing-masing lurah. Sayarat lainnya, setiap masyarakat penerima bantuan diharuskan melampirkan bukti kepemilikan lahan.

Baca Juga :   REALISASI PUPUK BERSIBSIDI TW III, Urea 56 Persen, NPK Phonska 85 Persen

“Setelah dipilih lurah berdasarakn data TNP2K, maka tim verifikasi turun memastikan kelayakan mendapat bantuan. Misalnya, rumah harus benar-benar sudah tidak layak huni, milik sendiri serta tidak berada di area sempadan jalan maupun sempadan sungai,” jelasnya.

Setelah diverifikasi dan dipastikan memnuhi syarat, maka para masyarakat yang mendapat bantuan diarahkan bentuk kelompok. Sehingga, pekerjaan perbaikan rumah dilaksanakan secara gotong royong kelompok. Karena, BSPS hanya sebatas bentuan bahan. Biaya lainnya, seperti tukang tidak masuk dalam hitungan banatuan.

Setelah kelompok dibentuk, masyarakat diarahkan menunjuk perusahaan penyedia jasa, seperti toko bangunan. Karena, anggaran bakal dicairkan melalui toko bangunan yang ditunjuk kelompok. Sehingga, kelompok hanya mengambil bahan di toko bangunan tersebut.

Baca Juga :   HUT KE-9 Sulteng Raya Bersama Alfamidi Berbagi dengan Tiga Panti Asuhan

“Setiap rumah mendapatkan alokasi anggaran Rp15 juta. Dari anggaran itu, maka pola perbaikannya menggunakan sitem ‘aladin’ (atap, lantai dan dinding). Artinya, anggaran Rp15 juta itu, diutamakan perbaikan atap dulu. Kalau masih ada lebih, diarahkan untuk perbaikan lantai. Kalau masih ada lebih, barulah dialokasikan untuk perbaikan dinding,” ucapnya.

Perlu diketahui, BSPS merupakan program Kementerian PUPR melalui Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Program BSPS lebih dikenal dengan program bedah rumah. Dulunya, program itu berada pada Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial di daerah. Namun, perubahan regulasi, bantuan stimulan itu dialihkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Di Kota Palu, pelaksanaan program BSPS berada di DPKP Kota Palu.

Baca Juga :   Pansus II DPRD Sulteng Konsultasi di Kantor Bappeda DKI Jakarta

BSPS bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah dan pembangunan baru, dilihat dari kualitas atap, lantai, dan dinding rumah, untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Sebelumnya, Kota Palu ditargetkan mendapatkan jatah 1.000 BSPS. Namun, berdasarkan pertimbangan dari tim verifikasi dari Kementerian PUPR, Kota Palu tahun ini hanya mendapatkan 200 BSPS. HGA

Komentar

News Feed