oleh

KMP Pakai Politik “Dewa Mabok”

-Politik-dibaca 481 kali
SR Ads

SULTENG POST– Direktur Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik FISIP Untad, Dr Irwan Waris MSi menyebut bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) menerapkan politik “Dewa Mabok” di DPR RI untuk merecoki pemerintahan terpilih.

“Jadi Koalisi Merah Putih ini menerapkan yang namanya Politik Dewa Mabok, yaitu yang penting berbeda,” katanya saat ditemui di kediamannya, Minggu (14/9).

Irwan menyebutkan, KMP bisa menghambat pemerintahan yang ada jika terus menerapkan politik seperti itu. Seharusnya, kata Irwan, KMP harus memberikan apresiasi jika kebijakan pemerintahan bertujuan untuk membangun bangsa. Kehadiran KMP seharusnya bisa berdampak positif karena menjalankan kontrol eksekutif.

“Kalau terus menrus diterapkan seperti ini, bisa saja terjadi deadlock. KMP bisa mengunci anggaran yang ada di dewan sehingga pemerintahan dapat terhambat dan yang pertama-tama merasakan dampaknya adalah rakyat, ” ungkapnya.

Irwan menduga bahwa KMP setelah kalah mulai berpikir asal berbeda dari lawan politiknya yang telah memenangkan pilpres. Karena sebelum pilpres, secara umum partai-partai yang mengusung Koalisi Merah Putih ini cenderung sepakat dengan pilkada secara langsung.

“Menurut hemat saya, teman-teman di KMP tolonglah menggunakan hati nurani, karena partai politik itu hadir untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Tolonglah lihat ke bawah, rakyat sudah senang dengan pilkada langsung,” ujarnya.

Irwan mengatakan, peluang untuk memenangkan pilkada langsung sangat besar karena sebagaian besar parlemen dikuasai oleh KMP.

Irwan Waris berpendapat, jika KMP terus menerus merecoki pemerintahan maka partai-partai yang tergabung di KMP akan ditinggalkan oleh pemilihnya. WAN

Komentar

News Feed