oleh

Daerah Irigasi di Parmout Direhabilitasi

SULTENG RAYA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), akan melakukan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) di sejumlah desa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Irigasi Bidang SDA, Muh. Zubait yang ditemui Sulteng Raya di ruang kerjanya, Selasa (22/5/2018).

Dia mengatakan, total anggaran rehabilitasi DI yang bersumber dari DAK sebesar Rp4,9 miliar. Anggaran tersebut akan dibagi di tujuh DI, dengan jumlah bervariasi mulai dari pagu Rp800 juta hingga paling kecil sebesar Rp300 juta, sesuai tingkat kerusakannya.

Menurutnya, tujuh DI yang akan direhabilitasi tersebut berlokasi di Desa Sausu, Tindaki, Petapa, Moutong, Ongka Persatuan, Galonggol dan Tomini.

“Total anggarannya Rp4,5 miliar, jumlah DI-nya ada tujuh dengan besaran dana yang bervariasi,” jelasnya.
Dia menambahkan, DI yang masuk dalam daftar penganggaran rehabilitasi tersebut, merupakan prioritas, karena kondisinya banyak yang rusak seperti retak. Bahkan, ada juga yang ditingkatkan dari saluran tanah menjadi saluran pasangan.

Ditetapkannya tujuh DI tersebut untuk direhabilitasi kata dia, berdasarkan hasil monitoring langsung yang telah dilakukan, serta sesuai data laporan petugas irigasi. Sebab, kerusakan DI jarang diusulkan dari pemerintah desa untuk diusulkan karena irigasi tersebut telah baku.

“Kami melakukan monitoring terlebih dahulu, dan mengambil data petugas irigasi sebagai acuan untuk menetapkan lokasi DI yang akan direhabilitasi,” ucapnya.

Selain itu juga, ada pula rehabilitasi DI yang dianggarkan melalui APBD, yang berlokasi di Desa Ogotion, Irigasi Desa Kokotio Desa Pombalowo, Tolai Kanan dan rehab rumah jaga di Baliara.

Lanjutnya, rehabilitasi yang dianggarkan APBD tersebut, berdasarkan pengusulan pemerintah desa setempat, seperti di Pombalowo. Sementara DI Desa Ogotiun berdasarkan pengajuan petugas irigasi yang mengalami kerusakan pasca pihaknya melakukan monitoring. Dimana jumlah irigasi di Kabupaten Parmout sebanyak 34, sebenarnya sebagian besar menjadi prioritas untuk direhabilitasi, tetapi masih dapat melayani areal persawahan milik petani.

“Kami anggap tujuh DI yang dianggarkan melalui DAK dan APBD sudah menjadi prioritas sekarang ini. Ke depan jika ada anggaran kami akan melakukan rehabilitasi di beberapa irigasi lainnya,” tuturnya.OPI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed