oleh

Eks Presma Untad Terancam Dikeluarkan

-Pendidikan-dibaca 505 kali

SULTENG RAYA – Setelah resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako (Untad), BY (24) yang terduga pelaku Pencurian dan Pemberatan (Curat) terancam dicabut hak kemahasiswaanya.

Hal itu berdasarkan dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 3170/UN28/KM/2018 tentang Pemberhentian BY dan Pengangkatan Moh Fitrawan sebagai Presiden BEM Untad. Dimana saat ini terduga (BY) masih dalam tahanan kepolisian untuk mejalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Rektor Untad, Prof Muhammad Basir mengatakan, penerbitan SK pemberhentian BY sebagai Presma BEM Untad atas bebarapa pertimbangan, salah satunya adalah mencegah terjadinya kekosongan terhadap kepemimpinan di BEM Untad.

Dia menuturkan, jika BY dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, maka secara terpaksa pihaknya akan mencabut hak-hak kemahasiswaannya.

Menurutnya, apa yang teah dilakukan BY sangat sulit untuk diampuni. Sebab, perbuatannya tersebut telah mencoreng nama baik alamamater Untad. Bagaimana tidak, posisinya sebagai salah satu tokoh mahasiswa kini menimbulkan citra yang buruk.

Baca Juga :   PTMT SMPN 2 PALU, Kepsek Imbau Peserta Didik Datang Sesuai Jadwal

Lanjutnya, padahal dalam keseharian BY memiliki perilaku yang sopan dan santun. Tetapi, pihaknya menyerahkan semuanya kepada penegak hukum, sebab tindakannya sudah melanggar hukum yang berlaku.

BY JUGA PEMAKAI SABU

Selain terlibat dalam pencurian, oknum mahasiswa itu juga mengakui kalau dirinya seorang pemakai narkotika jenis sabu.

Hal itu disampaikan Wakapolsek Palu Timur, Iptu Ayub didampingi Paur Humas Polres Palu, Aipda I Kadek Aruna saat merilis pelaku beserta dengan barang buktinya di Mapolsek Palu Timur, Selasa (8/5/2018).
Iptu Ayub mengatakan, dari hasil pemeriksaan anggota, Buyung mengakui kalau dirinya sampai sekarang mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Dikatakannya, sebelumnya anggota Unit Reskrim Polsek Palu Timur telah berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kota Palu yang melakukan pencurian sebanyak 9 TKP sejak tahun 2016.
Menurut hasil introgasi, pelaku Curat melakukan aksinya dengan cara mencongkel lemari dengan menggunakan obeng plat. Dimana hasil dari curian yang diperoleh sebagian dijual secara online di Info Kota Palu (IKP).

Baca Juga :   PELAKSANAAN PTMT PERDANA, SMPN 12 Palu Berikan Bantuan Perlengkapan Sekolah Bagi Peserta Didik

“Pelaku Curat melakukan aksinya menggunakan pahat dan obeng plat. Motif pelaku karena faktor ekonomi dan adanya kesempatan pelaku melakukan aksinya,” kata Wakapolsek Palu Timur dihadapan awak media di Palu.

Sementara itu, kini BY bersama dengan rekannya AY (25) yang lebih dulu ditangkap terancam dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke (3e), (4e) dan (5e) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun penjara.

Kapolres Palu, AKBP Mujianto menegaskan dengan dilakukan tindakan tegas oleh Polres Palu dengan menangkap para pelaku kejahatan, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat Kota Palu.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Palu untuk lebih meningkatkan kewaspadaan diri baik saat berada di luar rumah ataupun di dalam rumah. Pasang kunci tambahan di pintu-pintu rumah dan pasang trail di setiap jendela rumah.

Baca Juga :   Ratusan Peserta Didik MAN IC Palu Ikut Vaksinasi

Saat berpergian usahakan rumah jangan dalam keadaan kosong dan memberitahukan kepada tetangga untuk melihat atau memantau rumah sebelum berpergian,” imbau Kapolres Palu. ADK/YAT

BERIKUT HASIL BARANG CURIAN KEDUA PELAKU:

– 1 unit laptop merk Toshiba ukuran 10 inchi warna merah.
– 1 unit TV LED merk Polytron ukuran 19 inci warna hitam.
– 2 unit pasang speker Merk DX dan Flaco warna hitam.
– 1 buah Camera Digital D1100 warna hitam beserta tas.
– 1 buah BPKB sepeda Motor.
– 1 buah alat pahat yang diduga dipergunakan pelaku untuk melakukan pencurian.
– 1 buah unit laptop Merk Lenovo ukuran 12 inchi warna merah.
-1 buah Camera Merk Cannon warna hitam.

Komentar

News Feed