oleh

Ritel Modern Harus Wadahi Produk IKM

-Kota Palu-dibaca 285 kali

SULTENG RAYA – Satu tahun terakhir, gerai ritel modern atau pasar modern di Kota Palu mengalami pertumbuhan signifikan. Hal itu menandakan Kota Palu makin berkembang.

Di sisi lain, pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mengalami penurunan penghasilan hingga harus ‘mati’ apabila tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, mengeluarkan sejumlah kebijakan atau syarat dikeluarkannya izin bari ritel modern. Salah satnya, setiap ritel modern harus menyediakan atau membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para IKM dan UMKM untuk memasarkan produknya di ritel modern.

Dengan begitu, ancaman sekaligus ketakutan para pelaku IKM dan UMKM di Kota Palu selama ini terjawab. Pola itu bisa tetap menghidupkan pelaku IKM dan UMKM.

Terlebih, 2017 lalu hingga kini, Pemkot Palu melalui Organisasi Perngkat Daerah (OPD) lingkup Kota Palu lintas sektor, membina 22 kelompok IKM memproduksi 10 produk unggulan Kota Palu di 18 kelurahan.
Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Palu, Tamin Tombolotutu, saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu pada launching perdana 212 Mart di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (5/5/2018).

Baca Juga :   Sebulan Terakhir, Harga Minyak Goreng Kemasan Naik

‘’Sesuai visi Kota Palu, saya berharap ritel ini (212 Mart, Red) dan yang lain dapat menggandeng produk lokal sebagai upaya menghidupkan IKM di Kota Palu. Dimana telah dicanangkan beberapa kelurahan sebagai kelurahan inovasi dengan output produk yang sangat berkualitas berbasis iptek,’’ katanya.

Melalui pola itu, kata dia, ritel modern juga telah membantu para pelaku IKM dan UMKM di Koat Palu.
‘’Jika produk tersebut masuk di lapak gerai modern, akan berdampak pada kesejahteraan dari pada pelaku IKM karena ruang pemasaran terbuka. Secara otomatis, akhirnya ritel modern membantu program pemerintah dalam hal pemasaran IKM Kelurahan Inovasi. Hal ini juga akan berdampak pada memajukan UMKM yang dimiliki warga Kota Palu. Sehingga, dapat dibimbing dalam menghasilkan produk berkualitas, dapat berdaya saing dengan produk pasar lainnya,’’ ucapnya.

Baca Juga :   Pemkot Palu Akan Launching Survey Tematik Indeks Aktualisasi Pancasila

212 Mart ‘Angin Segar’ IKM dan UMKM
Selain itu, kata dia, kehadiran 212 Mart sebagai ritel modern berbasis syariah itu, merupakan ‘angin segar’ bagi pelaku IKM dan UMKM. Kehadirannya di Kota Palu, kata dia, 212 Mart menjadi mitra memperkuat perekonomian bertambah.

‘’Kehadiran mini market modern yang berbasis syariah yakni 212 mart merupakan angin segar bagi masyarakat Kota Palu. Karena untuk pertama kalinya berbeda dengan yang lainnya. Hal ini tentunya menjadi pola kemitraan dengan warung atau IKM milik masyarakat. Sehingga, saling dukung untuk memperkuat ekonomi umat berbasis syariah,’’ tuturnya.
Ia berharap, 212 Mart dapat tumbuh dan membuka gerainya di tiap kelurahan di Kota Palu.

Baca Juga :   Fenomena La Nina, Masyarakat Diminta Waspada

‘’Kedepan diharapakan tidak berhenti sampai disini saja, tetapi ini merupakan awal untuk kemudian dapat dibuka lagi disetiap kelurahan di Kota Palu,’’ ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Asmawin, dalam sambutannya mengatakan, 212 Mart diharapkan terus berkemang tidak hanya di Kota Palu. Ia mengatakan, pihak 212 Matr harus gencar melakukan pelebaran sayap hingga ke seluruh kabupaten di Sulteng.

‘’Seperti kita ketahui bersama bahwa koperasi adalah sokoguru bagi perekonomian yang di gagas oleh wakil presiden pertama Moh Hatta. Berdasarkan hal itu saya berharap kehadiran 212 Mart dapat menjamur di 13 kabupaten Kota di Sulteng. Sehingga, dapat menopang perekonomian, membuka lapangan kerja dan menjadi wadah kekuatan ekonomi keummatan,’’ kata Asmawin. RHT/HGA

Komentar

News Feed