oleh

Maju DPD RI 2019, Nursalam Fokus Mutu dan Pemerataan Pendidikan

-Pendidikan-dibaca 536 kali

SULTENG RAYA – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah Nursalam memantapkan diri maju dalam pertarungan menjadi anggota DPD RI dapil Sulteng pada pemilu 2019 nanti.

Dorongan kuat dari insan pendidikan di Sulteng, keluarga dan sejumlah masyarakat yang menginginkannya maju menjadi salah satu motivasi Nursalam.

Bermodalkan pengalaman menjadi guru, kepala sekolah, sampai memimpin PGRI Sulteng selama dua periode, Nursalam tahu betul bagaimana pendidikan di daerah ini yang masih patut diperjuangkan.

“Yang jelas saya selama ini berkutat di dunia pendidikan. Saya melihat masih banyak yang harus jadi perjuangan kita,” kata Nursalam saat ditemui Sulteng Raya di kediamannya, Senin (30/4/2018) sore.

Ia pun akan fokus memperjuangkan aspirasi mengenai pendidikan, terutama upaya mewujudkan amanat Pasal 31 UUD 1945 Ayat 1 yang berbunyi: Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

“Saya melihat perjuangan itu masih jauh dari harapan kita sehingga saya tergelitik dan berkeinginan melangkah di Senayan dengan Ridho Allah SWT maka perjuangan itu akan gencar guna pendidikan di Sulteng. Bismillah..,” ucapnya.

Baca Juga :   80 Persen Peserta Didik SMAN 3 Palu Sudah Divaksin

Nursalam menyakini bahwa pendidikan adalah hak asasi bagi setiap warga Indonesia dan itu merupakan kewajiban. Sehingga, sangat perlu adanya pemerataan akses pendidikan di daerah dengan di kota, termasuk infrastrukturnya.

“Seluruh masyarakat harus bisa menikmati menikmati pendidikan di Indonesia. Artinya, pendidikan jangan hanya terpusat di daerah-daerah tertentu, namun harus ada pemerataan, terutama terkait pembangunan sarana dan akses pendidikan,” kata Nursalam, yang pernah mendapat predikat guru teladan tingkat nasional beberapa tahun silam.

Ia juga menggarisbawahi tiga persoalan utama pembangunan di bidang pendidikan, yakni akses, kualitas dan pemerataan.
Selain itu, Nursalam juga bertekad akan mengembangkan mutu dan pemerataan pendidikan sebagai salah satu media mencerdaskan bangsa. Hal ini juga berdasarkan amanah undang-undang.

Ia pun tidak menampik tekadnya maju sebagai calon DPD RI asal Sulteng, berawal dari kegelisahan teman-teman PGRI yang selama ini menilai belum ada keterwakilan guru di senayan yang mampu memperjuangkan aspirasi mengenai pendidikan.

Baca Juga :   MOMEN HGN DAN HUT KE 76 PGRI, Insan Pendidikan di Wilayah IV Palu Barat-Ulujadi Berbagi Sembako

Selama memimpin PGRI Sulteng, Nursalam sukses membangun organisasi guru dengan aktif memperjuangkan hak-hak guru dan membuat gebrakan-gebrakan dalam kemajuan pendidikan khusunya di Sulteng. Terbukti, PGRI Sulteng masuk peringkat 9 nasional dengan beragam keberhasilan.
“Keberhasilan itu sifatnya kolegial. Saya tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa teman-teman di PGRI yang aktif mendorong pemerintah melakukan upaya pemerataan serta meningkatkan kualitas guru,” kata Nursalam.

Sekelumit Nursalam bercerita, saat konferda PGRI di Morowali tahun lalu dan Rapimda PGRI di Palu belum lama ini, seluruh komponen guru, pemerhati pendidikan sampai masyarakat pemerhati pendidikan kompak menyuarakan dan mendukung penuh dirinya untuk maju ke senayan melalu jalur perseorangan Pemilu legislatif tahun 2019 atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Bahkan, kata Nursalam, hanya dalam rentang waktu dua minggu, sebanyak 6000 lebih KTP sebagai salah satu syarat dukungan untuk maju sebagai bakal calon DPD RI terkumpul.

“Pertama saya belum pasti juga, ternyata teman-teman serius dan berhasil mengumpulkan KTP totalnya 6000 lebih dari 9 sebaran kabupaten,” kata Nursalam tersenyum.
Namun, saat mendaftar sebagai anggota DPD RI, Nursalam hanya membawa 3.216 KTP dukungan dari syarat 2.000 yang ditentukan KPU. Nursalam mendatangi kantor KPU Sulteng pada Kamis (26/4/2018) malam, sekitar pukul 21.00 Wita.

Baca Juga :   Tim ISO Lakukan Surveillance Audit ISO di Untad Palu

“Kita sengaja datang di hari terakhir pendaftaran dengan hanya membawa 3.216 KTP dukungan. Alhamdulillah, diterima dengan baik oleh Ketua KPU disaksikan Bawaslu,” kata Nursalam.

Akhirnya, Nursalam ditetapkan oleh KPU Sulteng sebagai salah bakal calon perseorangan Pemilu legislatif tahun 2019 atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

“Saya hanya ingin mencerdaskan bangsa. Cerdas dalam pendidikan, budaya, sosial dan semua bidang lainnya. Berusaha bagaimana marwah Pendidikan Sulteng sama dengan seluruh pendidikan di Indonesia,” kata Nursalam.

Maju DPD, Nursalam berencana pensiun dari jabatannya sekarang sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN).
“Bismillah…saya maju DPD dan akan mengajukan pensiun sebagai pegawai negeri,” ucapnya. ROA

Komentar

News Feed