oleh

Drainase di Talise Dikeruk

-Kota Palu-dibaca 984 kali

SULTENG RAYA – Drainase di Jalan Tombolotutu Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore dikeruk. Drainase itu merupakan salah satu drainase yang paling bermasalah di Kota Palu.

Selain mengalami pendangkalan akibat sedimen tanah dan pasir, di beberapa titik di drainase itu terumbat sampah. Akibatnya, air got meluber ke badan jalan.

Pekerjaan pemeliharaan drainase itu dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu.
Pantauan Sulteng Raya pada Selasa (3/4/2018), sejumlah pekerja mengeruk drainase secara manual menggunakan sekop.
Ujang, salah satu pekerja galian drainase itu, mengatakan, penggalian drainase di sepanjang Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise telah dimulai sejak Senin (2/4/2018).

“Kami diarahkan pihak Dinas PU Kota Palu untuk menggali drainase yang ada di sepanjang Jalan Tombolotutu ini,”ujarnya.
Dari hasil penggaliannya, ia mengaku, yang menyumbat drainase itu, didominasi mterial pasir dan sampah plastik serta sampah rumah tangga.

Baca Juga :   Sekretariat Bersama Tim Pembina Samsat Sulteng Diresmikan

“Banyak material sampah dan pasir yang dibiarkan berserakan dalam drainase. Makanya, aliran air menjadi terhambat, sehingga tergenang dan meluber ke badan jalan,” tuturnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Kepala Dinas PU Kota Palu, Singgih B Prasetyo, mengatakan, pihaknya memang memastikan ada pengerjaan pemeliharaan drainase yang diarahkan Dinas PU Kota Palu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan dimana saja titik-titik pemeliharaan tersebut. Termasuk, kata dia, pekerjaan di Jalan Tombolotutu. Karena, pemeliharaan drainase ada juga yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas PU.

“Bisa jadi itu merupakan pengerjaan dari Dinas PU Kota atau Dinas PU Provinsi, nanti saya lihat dulu datanya di kantor,” ucap Singgih.

Baca Juga :   Koridor Jalan Gajah Mada, Imam Bonjol dan Teuku Umar Bakal Direvitalisasi

Seperti diketahui, salah satu permasalahan klasik di Kota Palu, drainase mengalami pendangkalan akibat sedimen material tanah dan pasir. Parahnya, tak sedikit masyarakat di Kota Palu menggunakan drainase sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga alternatif. Sehingga, tak jarang di Kota Palu, ketika hujan turun, sampah berserakan di badan jalan yang bersumber dari drainase. FDL/HGA

Komentar

News Feed