oleh

Maret, Kota Palu Kembali Deflasi

SULTENG RAYA – Pada bulan Maret 2018, Kota Palu kembali mengalami deflasi meskipun jumlahnya menurun dibanding bulan Februari. Hal tersebut berdasarkan data yang dirilis dari aspek tingkat inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kota Palu masih mengalami Deflasi, namun kali ini sedikit ada peningkatan dibanding sebelumnya yakni 0,08 dari sebelumnya di bulan Februari sebesar 0,31 persen,” jelas Kepala bidang (Kabid) Statistik distribusi BPS Sulteng, Wahyu Yulianto dalam pemaparan hasil inflasi bulan Maret di Kantor BPS Jalan Muhammad Yamin, Senin (2/4/2018).

Sementara itu, Dari 82 kota pantauan Indeks Harga Kenaikan(IHK) nasional, sebanyak 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,10 persen dan inflasi terendah di Kota Sumenep sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,30 persen dan terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,01 persen.

Baca Juga :   Penggabungan akan Menciptakan Bank Syariah Nasional Terbesar

Penurunan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,88 persen. Sedangkan kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok sandang 1,60 persen.Kelompok kesehatan 1,00 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,40 persen. Dilanjutkan dengan transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,35 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,23 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,15 persen.

Laju inflasi tahun kalender bulan Maret 2018 sebesar 0,29 persen dan inflasi year on year (YoY) tercatat sebesar 2,71 persen.RHT

Komentar

News Feed