oleh

SMKN 3 Palu Ajukan Lembaga Sertifikasi Profesi

SULTENG RAYA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 3 Palu, mengajukan permohonan pembentukan lembaga sertifikasi profesi yang sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Kepala SMKN 3 Palu Triyono, mengatakan, saat ini SMK 3 Palu masih menunggu keluarnya Lembaga Sertifikat Profesi Satu (LSP-P1) yang sudah dikerjakan dan diajukan sejak pertengahan Desember 2017 lalu. Dengan harapan ketika SMKN 3 Palu memiliki LSP-P1, siswa SMKN 3 Palu akan diuji dengan menggunakan skema standar kompetensi kejuruan nasional.

“Jadi bagi siswa yang lulus, maka akan memperoleh sertifikat dari Badan Sertifikasi Profesi Nasional, artinya sertifikasi itulah yang di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini sedang dibutuhkan, karena belum ada SMK yang memiliki sertifikat yang standar seperti itu,”katanya kepada Sulteng Raya, Senin (5/3/2018).

Baca Juga :   Suksesi Rektor Unismuh Palu, Senat Segera Kirim Tiga Nama ke Diktilitbang PP Muhammadiyah

Dia menuturkan, untuk Sulawesi Tengah (Sulteng) SMKN 3 Palu yang memulainya. Untuk itu dirinya memohon dukungan dari pihak-pihak terkait agar cita-cita tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini. Sehingga, kompetensi siswa-siswi lulusan SMKN 3 Palu betul-betul teruji dan diakui.

Bahkan, kata dia, yang mengakui itu adalah badan independen dibidang sertifikasi profesi yang bentuk oleh pemerintah. Maka, sertifikasi profesi yang akan dibentuk di SMKN 3 Palu sebagai perpanjangan tangan dari Badana Sertifikasi Profesi Nasional.

“Saya berharap bulan Maret ini sudah harus ada jawaban. Karena program itu berkaitan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016, tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia,”jelasnya.

Baca Juga :   Lima Pasangan Kepala Daerah Akan Dilantik Secara Virtual

Dia menjelaskan, jadi apa yang telah dilakukannya merupakan salah satu upaya mewujudkan Inpres nomor 9 tahun 2016 tersebut. “Kami juga berupaya menyiapkan prasarana, kualitas guru agar mereka bisa mengajar dan membuat sinkronisasi antar pendidikan dan dunia industry,” katanya.ADK

Komentar

News Feed