oleh

PSI Sigi Lawan Korupsi dan Intoleransi

-Kota Palu-dibaca 432 kali

SULTENG RAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sigi, menggelar dialog publik dengan tema melawan korupsi dan intoleransi di Pondok Pesantren Alkhairaat Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Sabtu (3/3/2018).

Narasumber pada dialog tersebut, yakni mantan ketua KPU Sigi, Taufik Lasenggo, Yusuf Lakaseng dan Ridwan Yalijama. Kegiatan itu dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan yang didominasi pemuda-pemuda Kotarindau.

Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Mohammad Gasalele mengatakan korupsi dan intoleransi merupakan permasalahan yang saat ini tengah dihadapi bangsa Indonesia. Olehnya perlu penanganan serius oleh seluruh komponen bangsa dengan bersama-sama melawan korupsi dan intoleran tersebut.

Menurutnya, korupsi adalah masalah yang bisa diselesaikan namun tidak akan pernah habis selama masih banyak pihak yang menyalahgunakan kewenangan untuk keuntungan pribadi maupun kelompoknya. Sedangkan intoleransi, merupakan akar dari segala bentuk radikalisme yang dapat mengganggu keutuhan NKRI dan Pancasila.

Baca Juga :   Sebulan Terakhir, Harga Minyak Goreng Kemasan Naik

“Penyakit utama di Indonesia adalah korupsi, PSI akan menjadi garda terdepan menolak korupsi dan tidak akan menyetujui hal-hal yang berkaitan dengan pelemahan penegakan korupsi seperti hak angket dan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, seperti dalam organisasi pun ada individu yang ingin memanfaatkan kesempatan atau mencari peruntungan. Namun PSI hadir untuk melawan semua tindakan korupsi dan intoleransi yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sigi.

Sementara itu, terkait pencalegkan, PSI telah melakukan terobosan politik berupa rekrutmen caleg terbuka, membangun cara-cara inovatif yang mengajak partisipasi publik. Sistem pencalegan PSI juga bukan DPD yang memutuskan tapi orang-orang berkompeten.

“Semoga dengan dialog ini dapat menghadirkan tenaga muda dan kader-kader yang berkompeten dan dapat bersaing,” jelasnya.FRY

Komentar

News Feed