oleh

Bronjong Sungai Puna Jebol Diterjang Banjir

-Kota Palu-dibaca 707 kali

SULTENG RAYA – Hanya dalam waktu dua bulan usai dikerjakan, bronjong penahan air sungai Puna yang dikerjakan pihak PPK 10 di bawah naungan BPJN XIV Sulteng, jebol akibat diterjang banjir.

Bronjong yang jebol tersebut terletak pada 15 meter dari badan jembatan sungai Puna, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.

Jebolnya bronjong tersebut, diketahui akibat banjir pada sisi sebelah timur sepanjang 10 meter yang terjadi pada Kamis (1/3/2108) pukul 01.00 wita dini hari.

Pasca jebolnya kawat bronjong yang memang sengaja dibangun untuk menaikkan permukaan dasar sungai yang selama ini semakin menipis akibat tergerus arus air, khususnya yang berada tepat di bawah jembatan Puna. Sehingga kini telapak dan tiang pancang pada pondasi jembatan puna telah berada di permukaan dasar sungai.

Baca Juga :   Lurah Kabonena Bentuk Tim Pemantauan dan Penanggulangan Persampahan

Dari penuturan warga, kekuatiran bakal jebolnya beronjong sungai Puna ini memang sudah terlihat sejak awal pengerjaannya. Pasalnya, selain karakter sungai Puna itu sendiri yang tidak bisa diprediksi, juga dalam penggunaan material batu yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi standar batu isian bronjong, alias hanya menggunakan batu seukuran buah mangga yang ada di sekitar lokasi pengerjaan.

“Awalnya saja dilihat ada mobilisasi batu kali ukuran besar, selanjutnya hingga pekerjaan selesai sudah tidak tidak ada lagi. Tapi proses pengisian anyaman kawat bronjongnya berjalan terus dengan menggunakan satu unit alat berat jenis excavator. Bukan hanya itu saja, kuat dugaan, ada salah perencanaan dalam proyek ini,” kata sumber yang minta tidak dikorankan namanya.

Baca Juga :   MULAI BUKA 23 OKTOBER 2021, Prokes Ketat Syarat Masuk Danau Tambing

Sementara itu, Wahyudin yang merupakan tenaga pengawas lapangan pada proyek tersebut yang dikonfirmasi Sulteng Raya melalui saluran telepon genggamnya, membantah terkait banyak dugaan masyarakat pada saat proses pemasangan bronjong sepajang 110 meter di sungai Puna.

Bahkan kata dia, dalam proyek tersebut pihaknya telah melakukan over volume pekerjaan, khususnya dalam perhitungan awal jumlah kubikasi batu yang dibutuhkan.

Menjawab pertanyaan terkait jebolnya bronjong yang baru saja selesai dikerjakannya? Wahyudin mengatakan bahwa, pihaknya mengaku akan segera melakukan upaya perbaikan, termasuk adanya rencana penambahan bronjong dengan posisi memanjang pada kedua sisi kanan dan kiri depan abutmen jembatan puna.
Kemudian kata dia, dihubungkan dengan ujung bronjong yang ada saat ini.

Baca Juga :   Bunda PAUD Kelurahan-Kecamatan Diminta Sosialiasikan Pentingnya PAUD Berkualitas

”Ini murni karena banjir. Langkah awal penanganan pasca jebolnya bronjong ini, kami akan lakukan perbaikan secepatnya, sambil menunggu anggaran rencana pembangunan selanjutnya yang sudah diajukan sebelumnya,” jelasnya
Diketahui, pekerjaan pemasangan bronjong sepanjang 110 meter di sungai Puna, telah selesai dikerjakan apa akhir Desember 2017 dengan menelan anggaran yang bersumber dari dana APBN 2017 sebesar Rp300-an juta rupiah, di luar dana pengadaan kawat bronjong.

Keberadaan proyek tersebut, sifatnya emergency untuk mengantisipasi ambruknya jembatan puna sebagai salah satu jembatan penghubung jalan Nasional di Sulteng.SYM

Komentar

News Feed