oleh

Kota Palu Alami Deflasi 0,31 Persen

SULTENG RAYA – Selama Februari 2018, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,31 persen ditengah laju inflasi provinsi Sulawesi Tengah 0,37 persen selama dua bulan terakhir. Deflasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa subsektor yang mengalami indeks penurunan harga.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah (Sulteng), Faizal Anwar pada Konferensi pers data strategis rutin bulanan di Kantor BPS Sulteng, Jalan Mohammad Yamin Kota Palu, Kamis (1/3/2018).

“Inflasi Sulteng dari tahun ke tahun periode februari 2017 terhadap februari 2018 yakni 3,05 persen. Sedangkan Inflasi tahun 2018 sebesar 0,37 persen. Khusus tingkat inflasi di Kota Palu, Deflasi sebesar 0,31 persen berasal dari andil negatif kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,612 persen. Sementara andil inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,118 persen, kelompok kesehatan 0,085 persen, transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,031 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,027 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,019 persen serta sandang 0,017 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, Moh Wahyu Yulianto dalam pemaparannya menuturkan bahwa harus ada komitmen menjaga kondisi angka inflasi di Sulteng.

“Dibandingkan dengan tahun 2017 di Februari, meski sama-sama deflasi. Namun, deflasi tahun ini relatif lebih rendah. Artinya apa, kita bisa sama-sama berharap dan berkomitmen untuk terus menjaga kondisi ini di berbagai subsektor yang berpengaruh itu,” tuturnya.RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed