oleh

Minat Baca Masyarakat Kota Palu Masih Kurang

SULTENG RAYA- Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Nursalam mengungkapkan, jika minat baca masyarakat Kota Palu terbilang masih sangat rendah, hal itu terlihat dari tingkat pengunjung yang datang di setiap perustaakan yang ada di Kota Palu.

Kondisi ini kata Nursalam terjadi di seluruh wilayah yang ada di Indonesia, bahkan berdasarkan hasil survei dari studi Most Littered Nation In the World 2016 yang dilakukan pada tahun 2016 lalu, menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negera yang disurvei.

Dibandingkan masyarakat Eropa atau Amerika khususnya anak-anak yang dalam setahun bisa membaca hingga 25-27 persen buku. Selain itu juga di Jepang yang minat bacanya bisa mencapai 15-18 persen buku per tahun.

Olehnya itu kata Nursalam, untuk meningkatkan minat baca masyarakat tersebut dan tingkat kunjungan ke perpustakaan daerah, diperlukan inovasi baru. “Kami sudah mencanangkan tiga langkah, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat baca, serta minat kunjungan masyarakat di perpustakaan Kota Palu,”ungkapnya, Rabu (21/2/2018).

Baca Juga :   Dosen Untad Ciptakan 5 E-Aplikasi Berguna Bagi Masyarakat

Nursalam menyebutkan, minat baca masyarakat di sebuah perpustakaan, salah satunya turut dipengaruhi oleh tata ruang dan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Olehnya, salah satu langkah yang akan dilakukan ke depan, untuk mencoba meningkatkan minat tersebut, adalah dengan memperbaiki tata ruang serta tata letak buku di Perpustakaan Kota Palu.

“Kita mencoba berinovasi, memperbaiki tata ruang, tata letak buku dan sirkulasi udara, serta melakukan revitalisasi buku, yakni buku-buku yang dianggap usang akan ditempatkan di pos-pos khusus,” ujar Nursalam.

Langkah selanjutnya kata Nursalam, adalah dengan melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu. Saat ini diakui Nursalam, pada Dinas yang dipimpinnya tersebut belum memiliki tenaga yang merupakan sarjana perpustakaan.

Baca Juga :   Pembayaran Sertifikasi Guru Ditunda, Kadisdikbud Harap Guru Bersabar

“Mereka ini rata-rata merupakan tenaga otodidak, tidak ada sarjana perpustakaan di sini. Tetapi mereka diajar bagaimana me-manage buku, meskipun dengan pengetahuan yang sederhana,” jelasnya.

Langkah ketiga, kata Nursalam, adalah dengan memberikan pilihan lain kepada para pengunjung, selain koleksi buku di perpustakaan Kota Palu, yang saat ini sudah mencapai sekitar 10 ribu eksamplar dari sekitar 3 ribu judul buku.

Pilihan tersebut adalah koleksi diorama tentang sejarah, utamanya yang bercerita tentang sejarah lokal. Serta home theater yang menyajikan tontonan film-film pendek edukatif. Home theater tersebut, akan di-launching pada Jumat 23 Februari 2018.

“Kita perbanyak koleksi diorama yang berbicara tentang sejarah, baik dari segi sejarah maupun dokumen-dokumennya. Kemudian kita juga akan me-launching home theater. Jadi pembaca itu setelah membaca, akan kita arahkan untuk menonton film-film pendek yang bernuansa edukasi, Insyaallah hari Jumat akan kita ujicoba,” tuturnya.

Baca Juga :   Omnibus Law Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif

Selain ketiga hal tersebut, Nursalam juga menyebutkan, sejauh ini program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu yang bertujuan memperkuat ajakan membaca di masyarakat, juga masih terus berjalan. Program tersebut salah satunya dengan penggiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta aktifnya perpustakaan keliling.

“Bahkan ada bentukan perpustakaan kota di kelompok-kelompok masyarakat, ada juga yang langsung ke sekolah-sekolah. Kita punya mobil perpustakaan keliling tiap hari beroperasi, di situ masyarakat yang membaca cukup banyak. Ini saya kira bisa memperkuat ajakan kita untuk meningkatkan minat baca,” demikian Nursalam. AMI

Komentar

News Feed