oleh

Puskesmas Pengawu Tak Punya Izin Operasional

-Kota Palu-dibaca 502 kali

SULTENG RAYA – Ketua Tim Perumus Hasil Musrenbang Kelurahan Pengawu, Sabir L Sahala mengungkapkan, Puskesmas Nosarara di Kelurahan Pengawu tak punya izin operasional.

Hal itu ia ungkapkan pada Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tatanga di Aula Panti Asuhan dan Lansia Yayasan Al-Kautsar, Senin (12/2/2018).

“Saat kami melakukan musrenbang sebelumnya, terdapat usulan dari kepala Puskesmas Nosarara, agar dalam musyawarah ini, pemerintah Kota Palu secepatnya menerbitkan izin operasional Puskesmas yang telah berdiri sejak 2 tahun lalu itu,” ucap Sabir.

Akibat belum mengantogi izin operasional, pelayanan Puskesmas Nosarara tak dapat menerbitkan surat rujukan kepada pasien yang ingin melanjutkan pengobatan ke rumah sakit di Kota Palu. Selain itu, pihak Puskesmas belum dapat menerima sistem pelayanan kesehatan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan oleh sejumlah masyarakat di Kelurahan Pengawu.

Baca Juga :   Polda Sulteng Sita Belasan Ribu Obat Ilegal, Satu Tersangka Dari Jakarta Diamankan

“Oleh karena itu, usulan ini kami masukan dalam skala prioritas, agar mendapat perhatian Pemerintah Kota Palu,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan Bappeda Kota Palu, Ahmad Rizal, mengatakan, kewenangan penerbitan izin operasional melekat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu.

“Jadi saya sudah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan. Ia mengatakan bahwa izin operasional akan diterbitkan pada tahun ini,” jelasnya.
Sejumlah usulan juga diutarakan oleh tim perumus Kelurahan Tavanjuka, salah satunya, pengendalian aroma Rumah Potong Hewan (RPH) dinilai sangat mengganggu masyarakat. Selain itu, mayarakat Kelurahan Tavanjuka telah mengusulkan adannya pengolahan air seni sapi menjadi biogas pada musrenbang pada tahun sebelumnya, namun hal itu dinilai belum terpenuhi.

Baca Juga :   BWA Cabang Palu Distribusi 50 Ribu Example Alquran

Pantaian Sulteng Raya, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tak hadir pada Musrembang itu. Selain Dinkes Kota Palu, OPD teknis yang membidangi peternakan juga tak hadri. Hal itu disesalkan perwakilan Bappeda Kota Palu, Ahmad Rizal. Karena, kta dia, pertanyaan masyarakat dari tim perumus Kelurahan Tavanjuka, tidak mendapatkan keterangan yang jelas disebabkan dinas terkait tidak hadir dalam Musrenbang.

“Jadi aspirasi dari bapak di Kelurahan Tavanjuka akan kami tampung, karena perwakilan dari Dinas Peternakan tidak sempat hadir, jadi kita tidak bisa mendengarkan keterangnan secara valid,” terangnya. BAL

Komentar

News Feed