oleh

Tinggal Sekamar, Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia

-Kota Palu-dibaca 631 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Tinggal sekamar, pasangan tak resmi di Kelurahan Tanamodindi terjaring razia Satuan Tugas (Satgas) K5, Sabtu (11/2/2018).

Pasangan itu terjaring berawal saat Satgas K5 melakukan giat kerja bakti akhir pekan. Kala itu, Satgas K5 mengajak para warga setempat kerja bakti bersama. Namun, di salah satu kosan di wilayah itu, ditemukan pemuda yang enggan untuk ikut kerja bakti dengan berbagai alasan yang dikemukakan kepada Satgas K5.

Bahkan, alasan yang disampaikan pria itu dinilai semakin tak rasional, hingga menuai kecurigaan dari Ketua RT setempat yang juga ikut mengajak si pria itu. Akhirnya, Ketua RT bersama Satgas K5 langsung masuk ke kosan itu dan menemukan seorang perempuan yang diduga bukan isterinya.

Baca Juga :   BPOM di Palu Sinergi Pemkab Buol Galakkan Keamanan Pangan

“Mereka ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita pagi. Kejadian itu bermula ketika adanya gelagat mecurigakan dari laki-laki yang enggan untuk ikut kerja bakti bersama. Jawaban-jawabannya kepada Ketua RT tak kooperatif menjawab ajakan tersebut. Akhirnya Ketua RT langsung masuk ke kosannya dan menemukan pasangannya. Saat ditanya kepada mereka berdua tentang surat nikah dan KTP, mereka berbelit-belit menjawab. Akhirnya kami mererazia pasangan tersebut,” tutur Yohana kepada Sulteng Raya.

Pasangan itu, kata dia, langsung diamankan lembaga adat Tanamodindi untuk ditindaklanjuti. Mengenai tindak lanjutnya, kata dia, pihaknya masih menunggu keputusan dari lembaga adat untuk dilaksanakan ‘Givu Nu Ada’ atau sanksi adat Kaili.

“Permasalahan itu saya langsung diserahkan kepada pemangku adat yang ada di daerah saya, untuk kemudian di lakukan tindakan sesuai hukum adat yang berlaku. Jika pasangan tersebut terbukti bersalah, maka akan dilakukan givu nu ada kepada keduanya, dan kemungkinan besar akan di keluarkan dari wilayah Tanamodindi,” ujarnya.

Baca Juga :   JESS Palu Optimistis Sukseskan Pendampingan KTH Dampelas-Tinombo

Menurut keterangan warga setempat, kata dia, pasangan itu sudah tiga bulan tinggal bersama di kosan itu.

“Saya meminta keterangan dari warga di sekitar tempat kosan itu. Menurut warga, pasangan tersebut sudah tinggal sekitar tiga bulan di lokasi tersebut. Mereka berdua merupakan karyawan swasta di salah satu mini market di Kota Palu,” tuturnya.

Melalui kejadian ini, ia mengimbau, agar warga baru di wilayahnya, harus melapor ke pihak pemerintah setempat sebelum menempati kosan, agar dapat diketahui identitasnya.

“Ini merupakan pelajaran besar untuk kita semua, bahwa ketika merasa menjadi warga baru. Dimana dan apapun itu, mau kosan atau rumah, harus lapor dulu di pihak kami melalui ketua RT. Supaya bisa diketahui identitasnya secara jelas, sehingga tak menimbulkan kecurigaan dan kejadian fatal seperti ini tak terulang lagi,” ujarnya. RHT

Baca Juga :   Wawali Palu Dorong IMM Bersinergi Sukseskan Program Pemkot Palu

Komentar

News Feed