oleh

Unisa Palu Bangkit dari Keterpurukan

-Pendidikan-dibaca 832 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Status penonaktifan PD-Dikti Perguruan Tinggi Universitas Alkhairaat Palu pada tanggal 7 Agustus 2015, tidak menjadikan kampus ini hanyut dalam permasalahan tersebut.

Kesempatan itu justru dijadikan sebagai cambukan untuk bangkit maju ditengah ketatnya persaingan di dunia perguruan tinggi. Terbukti, hanya kurun waktu empat bulan melakukan pembenahan, tepatnya tanggal 30 Desember 2015, PD-Dikti Perguruan Tinggi Universitas Alkhairaat Palu kembali diaktifkan.

Selain sebagai cambukan untuk bangkit, juga dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk sejumlah pejabat birokrasi dikampus ini, untuk betul-betul bekerja keras memajukan perguruan tinggi peninggalan Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri ini. “Dengan peristiwa itu, kami banyak mengambil hikmah dan pelajaran,” ujar Rektor Unisa Palu Dr Hamdan Rampadio, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/12/2017).

Secara bertahap namun pasti, usaha itu pun tidak sia-sia, tercermin dari beberapa indikator capaian. Yang pertama, berdasarkan penegasan dari Prof. Dr. Paulina Pannen, selaku Stap Ahli Bidang Akademik Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, saat mewakili menteri pada wisuda sarjana ke-XXV Universitas Alkhairaat Bulan September 2017 yang lalu, bahwa Unisa Palu saat ini berada pada peringkat 403 dari 4.504 perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Kedua, Universitas Alkhairaat Palu juga kini berada pada peringkat 19 di Kopertis Wilayah IX Sulawesi dari 382 perguruan tinggi, dan peringkat pertama di Sulawesi Tengah. Walaupun hal ini masih banyak yang meragukan. Hamdan menyarankan orang yang tidak menyakini ini, untuk membuka di website resmi Kemenristekditi. “Bukan kami yang mengatakan itu, silahkan dibuka di Website resmi Kemenristekdikti, saudara akan melihat itu,”kata Hamdan.

Ketiga, sejak Tahun 2016, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Alkhairaat Palu, khususnya devisi penelitian mengalami peningkatan klaster, dari klaster Binaan ke klaster Madya, dengan itu Unisa kini merupakan salah satu dari lima perguruan tinggi yang ada di Kopertis Wilayah IX Sulawesi mencapai klaster Madya.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Perubahan status tersebut berdampak positif bagi para dosen peneliti Unisa Palu, jika selama ini mereka harus ke Makassar jika ingin melaksanakan seminar hasil penelitian, maka mulai tahun ini, seminar hasil penelitian sudah dilaksanakan secara mandiri di Universitas Alkhairaat Palu.

Capaian keempat, seiring dengan keberhasilan devisi penelitian tersebut, devisi pengabdian pada Masyarakat Universitas Alkhairaat Palu pun mengalami peningkatan status dari sebelumnya berpredikat “Cukup” menjadi “Memuaskan”.

Pencapaian kelima, prestasi lainnya yang patut mendapat apresiasi adalah bahwa sejak tahun 2016 yang lalu, dosen yang mengabdi di Universitas Alkhairaat Palu berhasil menerbitkan buku hasil penelitian masing-masing untuk menambah khasanah referensi bagi mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya.

Dan di penghujung tahun 2017, Dr. Ahsan Mardjudo, S.Pi., M.Si dosen tetap yayasan pada Fakultas Perikanan Unisa Palu, juga tidak ketinggalan untuk menorehkan prestasi dengan penerbitan buku perdananya yang berjudul “Ekonomi Perikanan”, dan buku tersebut telah menjadi pajangan di rak-rak toko buku yang ada di Kota Palu.

Keenam, prestasi mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu juga cukup membanggakan di kancah Internasional, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran. Tahun 2016 lalu, seorang mahasiswa kedokteran menjadi narasumber pada sebuah seminar tentang hipertensi di Seoul Korea Selatan. Bulan Oktober 2017 tahun ini, Universitas Alkhairaat Palu kembali memberangkatkan beberapa orang dosen Fakultas Kedokteran, untuk mengikuti seminar tentang “Hipertensi” di negara tetangga Singapura.

Dan yang lebih istimewanya lagi kata Hamdan, salah satu mahasiswa terbaik Fakultas Kedokteran tersebut kembali diminta untuk menjadi narasumber pada seminar itu. “Mahasiswa itu bernama Yulia Safitri, yang saat ini sedang menyelesaikan program studi profesi dokter,”jelas Hamdan.

Selain itu kata Hamdan, Pencapaain ke tujuh, yakni kerjasama antar perguruan tinggi yang tertuang dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan negara-negara sahabat sedang dilakukan. Minggu pertama Bulan Desember ini telah dilakukan penandatanganan MoU antara Fakultas Kedokteran Unisa Palu dengan Fakultas Kedokterna Universitas Islam Pahang Malaysia.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

“Hal yang sama juga pernah dilakukan dengan Fakultas Kedokteran Tohoku University of Sendai Jepang pada tanggal 5 Juli 2017 yang lalu. Bahkan kerja sama dengan perguruan tinggi di Timur Tengah sudah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya antara lain dengan Karbala University (Iraq) dan Al Ahkaf University (Yaman),”tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama, Unisa Palu juga melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa kabupaten, antara lain, MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Utara, yang ditandai dengan pemberian beasiswa bagi putra-putri terbaik daerah tersebut untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dimulai tahun 2017.

Berikutnya, MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, dilakukan untuk mendukung suksesnya program Bupati Sigi yang populer dengan sebutan “Sigi Religi”. Dan mulai tahun 2017, Pemda Sigi juga memberikan beasiswa kepada 5 orang putera-puteri terbaiknya untuk kuliah di Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat Palu. Dan saat ini sedang dipersiapkan naskah MoU dengan Pemda Kabupaten Tojo Una-una, dan Pemda Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.

“Tidak bisa lagi perguruan tinggi itu berdiri sendiri, harus bisa membuka diri dan memperluas jaringan, hal itu kami pahami betul,”tambahnya.

Lanjut Hamdan, dengan fenomena terjadinya perpecahan kepengurusan yayasan di sejumlah perguruan tinggi swasta akhir-akhir ini, mendorong pemilik Yayasan yang menaungi Universitas Alkhairaat Palu melakukan upaya-upaya konstruktif guna menyempurnakan nomenklatur Universitas yang sempat menjadi polemik.

Maka pada tanggal 5 Desember 2017 “Universitas Alchairaat” di Kota Palu sebagaimana terdapat dalam PD-Dikti berubah manjadi “Universitas AlKhairaat” di Kota Palu yang diselenggarakan oleh Yayasan Alkhairaat Sayyid Idrus Bin Salim Aldjufrie, melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 661/KPT/I/2017.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Namun dengan pencapaian-pencapaian itu, bukan berarti tidak ada imbas dari peristiwa penonaktifan PD-Dikti Perguruan Tinggi Universitas Alkhairaat Palu pada tanggal 7 Agustus 2015 itu. Sebab hingga hari ini, masih saja ada oknum tidak bertanggung jawab yang secara sengaja menyebar banyak berita bohong yang sumbernya tidak jelas.

Isi beritanya mendiskreditkan perguruan tinggi ini, baik yang dimuat di media massa maupun melalui media sosial yang tidak terkontrol. Isu yang terus disebarkan seputar penutupan Universitas Alkhairaat Palu, Universitas Alkhairaat Palu tidak menerima mahasiswa baru, hanya menyelesaikan mahasiswa lama, dan Alumni Universitas Alkhairaat Palu tidak bisa ikut tes CPNS.

“Berbagai cara pun telah kami lakukan untuk menjawab berita bohong itu, termasuk melalui media massa yang ada. Satu bukti kebohongan berita yang mengatakan bahwa alumni kami tidak bisa diterima tes CPNS tahun 2016, sedangkan kita tahu bahwa tahun ini (2017),segera akan berakhir, sementara alumni Universitas Alkhairaat tidak terhitung yang jadi PNS, baik yang sudah lama maupun yang baru, termasuk lulusan Fakultas Kedokteran sudah mampu berkompetisi untuk mengisi ruang-ruang di mana mereka dibutuhkan,”jelasnya.

Berdasarkan pantauan media ini, di tiga tahun terakhir, berita-berita bohong tersebut sengaja dimunculkan menjelang penerimaan mahasiswa baru maupun penerimaan CPNS.

“Kami ingin menegaskan, bahwa jika ada saudara-saudaraku yang masih mencintai Universitas Alkhairaat Palu dan ingin mengabdi di institusi peninggalan Guru Tua ini, tentu saja kami tidak dapat menutup diri. Dan sebaliknya jikalau tidak dapat berkontribusi apa-apa pun untuk Universitas Alkhairaat, mohon sekali lagi mohon jangan mencoba untuk mengganggu, apa lagi menghalangi langkah kami,”tegas Hamdan. AMI

Komentar

News Feed