oleh

Panwaslu Palu, FGD Kesiapan dan Strategi Pengawasan Pemilu 2019

-Politik-dibaca 364 kali

SULTENG RAYA – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Palu, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kesiapan dan Strategi Pengawasan Pemilu 2019” di Hotel Mercure, Selasa (12/12/2017).

Ketua Panwaslu Kota Palu, Munira dalam sambutannya mengatakan, kegiatan FGD tersebut merupakan sarana bagi Panwaslu untuk mendapatkan masukan dan sumbangsih pemikiran dari para stakeholders serta masyarakat secara umum agar bisa mewujudkan Pemilu yang berkualitas.

“Pengawas Pemilu merupakan organisasi negara dengan peran menjamin agar Pemilu bisa berjalan sesuai ketentuan Undang – Undang kepemiluan. Dalam praktiknya, pengawas Pemilu berkewajiban untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan Pemilu,” ujar Munira saat menyampaikan sambutan.

Salah satu bentuk keterlibatan masyarakat kata Munirah, yakni melalui pengawasan partisipatif yang dilakukan masyarakat dalam mengawal integritas pelaksanaan pemilihan. Bentuk aktualisasi proses demokrasi adalah partisipasi politik masyarakat yang termanifestasi dalam peran aktif sebagai pengawas pemilu.

Baca Juga :   Pelaksanaan Tes Calon Anggota KPU dan Bawaslu Terapkan Prokes Ketat

“Hak dan kewajiban masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut dijamin dalam Undang – Undang Dasar 1945 pada pasal 28,” katanya.

Dengan demikian lanjutnya, pengawasan partisipatif merupakan pengawasan Pemilu yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mengawal integritas pelaksanaan Pemilu.

Selain itu lanjut Munirah, di era globalisasi saat ini, peran akademisi juga sangat penting dalam berbagai hal tak terkecuali penyelenggaraan pemilihan umum. Begitu banyak kontribusi pemikiran yang berkualitas dalam mewujudkan pemilihan umum yang berkualitas. Disamping itu, keterlibatan mahasiswa dan para pelajar sebagai pemilih pemula, juga merupakan hal yang sangat penting. Sebab mahasiswa sebagai subjek terpelajar, mempunya idealisme tinggi termasuk dalam hal pemilihan umum sebagai manifestasi demokrasi.

Baca Juga :   GERAKAN TANAM 10 JUTA POHON, Partai Gelora Sulteng Tanam 200 Ribu Pohon di Huntap Tondo

“Olehnya itu, akademisi dan mahasiswa merupakan mitra terbaik pengawas Pemilu untuk memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik dan taat terhadap aturan perundang – undangan,” terangnya.

Selanjutnya, dukungan dan kerjasama dari lembaga pemantau menjadi salah satu langkah strategis. Pemantau maupun pengawas, sama – sama mengemban misi terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Dengan demikian, pemantau pemilu diharapkan bisa menjadi jembatan antara pengawas formal dengan dengan pengawas masyarakat.

“Dengan pengawasan partisipatif, tentu akan lebih responsif terhadap isu – isu yang berkembang, sehingga lebih banyak mendengar dan mengagregasikan kepentingan terwakili dan yang diwakili,” tuturnya.

Dalam FGD Panwaslu ini, dihadiri sejumlah kalangan diantaranya tenaga ahli Bawaslu RI Dr Abdullah Iskandar, para akademisi diantaranya Dr. Aminudin Kasim, Dr Irwan Waris dan Dr Kasman Jaya Saad. Para perwakilan partai politik, tokoh masyarakat, mahasiswa dan para pelajar yang notabene merupakan para pemilih pemula pada Pemilu 2019 mendatang. WAN

Komentar

News Feed