oleh

Penanganan Sampah Belum Maksimal, DLH Palu Butuh Penambahan Armada

SULTENG RAYA – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu belum maksimal dalam mengatasi sampah di Kota Palu. Hal itu diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Pengelolaah Limbah Bahan Beracun dna Berbahaya (B3) DLH Kota Palu, Mohammad Iqbal.
Menurutnya, untuk memaksimalkan kinerja DLH khususnya dibidang penanganan sampah di Kota Palu, diperlukan peremajaan armada serta penambahan unit armada.

“Dengan adanya penambahan serta peremajaan armada pengangkut sampah yang sudah tua, DLH dapat memaksimalkan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA,” jelas Kabid Persampahan dan Pengelolaah Limbah B3 DLH Kota Palu, Mohammad Iqbal kepada Sulteng Raya, Senin (27/11/2017).

Kumala Digifest

Selain dapat memaksimalkan kinerja pihak DLH dalam hal penanganan sampah, dengan adanya peremajaan armada pengangkut sampah, maka dapat mengurangi resiko kecelakaan akibat kerusakan armada.

“Peremajaan juga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Meski ada unit perbaikan yang dapat melakukan perawatan dan perbaikan, namun tetap saja kurang maksimal. Sehigga, kami berharap, ke depannya ada penambahan armada pengangkut sampah yang baik untuk dipakai beroperasi, agar kerja-kerja DLH bisa maksimal” ungkapnya.

Karena, kata dia, akibat intensitas kerusakan armada yang dialami selama ini, mejadi salah satu kendala DLH dalam menjalankan tugas mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat pembuangan Akhir (TPA) di Kawatuna.

Menurutnya, armada truk sampah milik DLH Kota Palu yang aktif beroperasi saat ini, 37 armada dari total 39 armada milik DLH Kota Palu.

“Sekarang ini ada dua armada yang masuk bengkel untuk perbaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Satu armada truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengalami kecelakaan di Kelurahan Kawatuna, Senin (27/11/2017).

Baca Juga :   BKKBN Sosialisasi Perubahan Perilaku Pada Masa Pandemi Covid-19

Kecelakaan diduga akibat rem truk pengangkut sampah tidak berfungsi atau blong. Diketahui, kecelakaan terjadi saat armada hendak melakukan pemuatan lagi usai membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Mohammad Ikbal. Menurutnya, pascamendengar informasi itu, pihaknya langsung mengunjungi lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan awak armada dan mengevakuasi armada truk.

“Iya, benar. Mobil pengangkut sampah terguling. Sesaat setelah kejadian kami di lokasi,” jelas Kepala Bidang Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Mohammad Ikbal.

Menurutnya, atas kejadian itu, tiga orang tim pengangkut sampah armada 66 mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Tiga orang tim pengangkut sampah di Armada 66 ini tadi telah di bawa ke rumah sakit oleh staf kami. Satu luka sekujur tubuh, satu mengeluh pusing dan pincang, satunya lagi masih tdk bisa di gerakkan badannya sesaat mengalami kecelakaan,” jelasnya.
Namun, setelah mendapatkan penanganan oleh pihak medis di salah satu rumah sakit di Kota Palu, ketiga korban kecelakaan akhirnya bisa kembali ke rumahnya masing-masing

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis, ketiga orang telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara, pemulihan kesehatan akan dilakukan rawat jalan,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan itu. Namun, truk dipastikan tidak dapat dioperasikan sementara waktu karena mengalami kerusakan di beberapa sisi, seperti kaca depan truk pecah, body truk dan bak pengangkutan mengalami penyok parah. Saat ini, truk diamankan di Kantor DLH Kota Palu.

Baca Juga :   Hindari Kerumunan Di Masa Pandemi, Ipkindo Sulteng Rakor Bersama Penyuluh Kehutanan Secara Virtual

Sebelumnya, membahas soal efektivitas program rute kue lapis diluncurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu beberapa waktu lalu, kini menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat Kota Palu beberapa pekan terakhir.

Pasalnya, pasca beberapa pemerintah kelurahan di Kota Palu mengaku bahwa truk pengangkut sampah jarang mengangkut sampah di daerahnya. Seperti yang terjadi di Kelurahan Watusampu, Kabonena dan kelurahan lainnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ramli Usman, membantah tudingan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah melaksanakan pengangkutan sampah secara maksimal dengan cara memulai pengangkutan sejak pagi, yakni pada pukul 06.00 Wita hingga selesai.

“Kalau bicara bahwa kami tidak melaksanakan tugas, saya tidak sepakat dengan pernyataan para lurah itu. Selama sampah berada di jalur pengangkutan sampah, pasti petugas kami akan mengangkutnya,” jelas Kepala DLH Kota Palu, Ramli Usman kepada Sulteng Raya, Senin (23/10/2017).

Karena, jumlah armada pengangkut sampah tersedia saat ini di DLH, 40 unit dan hanya 38 unit yang beroperasi. Jumlah itu, kata dia, masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan kuantitas produksi sampah di Kota Palu.

“Dua unit sedang dalam perawatan. Kalau mau ideal, kita butuh 50 armada yang sehat atau baru. Karena, kondisi armada yang ada saat ini, hampir setiap hari ada yang rusak dan sebagainya. Aramada kita yang ada memang armada yang sudah tua,” jelasnya.

Baca Juga :   Kodim 1306/Donggala Pelayanan KB Kesehatan di Palu Utara

Namun, kata dia, untuk memaksimalkan pengangkutan sampah, pihaknya bekerja sejak pagi hingga melampaui jam pengangkutan, yakni pada pukul 18.00 Wita.

“Kalau masih ada sampah di jalur pengangkutan, maka itu adalah sampah yang baru dibuang. Karena pengangkutan dimuali pada pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Sementara, waktu buang sampah, kita imbau agar msayarakat membuang sampah antara pukul 18.00 Wita sampai 06.00 Wita,” ucapnya.

Kalau sudah 50 unti armada sampah, kata dia, saya dapat menjamin bahwa pada siang hari, Kota Palu di jalur pengangkutan sudah bebas sampah. Menurut dia, pihaknya juga hampir setiap hari mendapatkan aduan bahkan kritikan dari masyarakat melalui media sosial. Namun, kata dia, saat petugas DLH meninjau lokasi sampah yang diadukan, pihaknya menemukan sampah itu di daerah yang tidak di lalui armada atau bukan jalur pengangkutan.

“Yang ada sampah di hutan-hutan. Untuk itu, sekali lagi kami imbau masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan. Dan buanglah sampah pada TPS yang telah ditentukan atau berada di jalur pengangkutan,” kata dia.

Selain itu, dia meminta agar Satuan Tugas (Satgas) K5 menjadi fasilitator untuk mengajak masyarakat membuang sampah sesuai jam yang ditentukan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Begitupun ketua RT dan RW, kami berharap bisa dimasifkan kampanye waktu pembuangan sampah dan tempat membuang sampah kepada warganya masing-masing. Kalau sudah di jalur pengangkutan, pasti diangkat, meskipun tidak semua lokasi bisa dimuat pada pagi hari,” tuturnya.ADK/HGA

Komentar

News Feed