oleh

Langgar Aturan, Gudang Disegel

-Metropolis-dibaca 429 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hidayat tetap memberikan toleransi kepada pemilik gudang di tengah Kota Palu untuk tetap beroperasi. Namun, harus mengacu pada aturan yang telah dikeluarkan tersebut.

“Silahkan gudang di dalam kota tetap beroperasi. Tetapi, untuk distribusi barang, harus menggunakan mobil boks dengan tonase maksimal 8,5 ton atau 8.500 kilogram,” kata Hidayat pada pertemuan antara Pemkot, DPRD Kota Palu, tokoh masyarakat dan para pengusaha serta pemilik gudang di Kota Palu di Kampung Kaili, Sabtu (4/11/2017).

Kalau ada yang melanggar, kata dia, dengan tetap menggunakan kontainer atau mobil peti kemas untuk mendistribusikan barangnya ke gudang, maka ia pastikan gudang itu akan disegel atau dicabut izin operasinya.

“Silahkan tetap beroperasi bagi pemilik gudang yang telah terlanjur terbangun gudangnya di dalan kota. Tapi kalau masih menggunakan kontainer mengangkut barangnya, saya pastikan kalau kedapatan, akan dicabut izinnya,” kata dia.

SIAPKAN LAHAN PENAMPUNG SEMENTARA

Menanggapi berbagai keluhan pengusaha dan pemilik gudang yang mengklaim bahwa untuk memindahkan gudang bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, untuk memindahkan gudang ke lokasi yang telah ditentukan Pemkot Palu melalui Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu tahun 2010 sampai 2030, membutuhkan waktu yang lama.

Menurut perwakilan pengusaha Kota Palu, Wijaya Chandra, untuk membangun satu gudang saja, membutuhkan waktu yang cukup lama apalagi jika harus memindahkan gudang.

“Saya ambil contoh dari pengalaman pribadi. Membangun satu gudang, sudah hampir satu tahun belum kelar. Belum terkendala izin, listrik, pembebasan lahan dan lain sebagainya. Belum lagi anggaran yang begitu besar untuk dikeluarkan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Palu, Hidayat, lagi-lagi mengklaim bahwa alasan yang disampaikan itu merupakan alasan klasik bagi dia. Karena, kata dia, kalau pengusaha memiliki niat baik untuk taat aturan, dan kalau cuma dua tahun atau tiga tahun atau 10 tahun sekalipun waktu dibutuhkan bangun gudang, maka gudang pasti sudah selesai sejak 6 tahun yang lalu, karena aturan tentang wilayah pergudangan telah diatur sejak 16 tahun lalu.

Untuk itu, kata Hidayat, kalau hanya urusan lahan, maka Pemkot akan menyediakan lahan untuk penampungan sementara di daerah Kelurahan Mamboro.

“Tetapi, para pengusahlah yang berembuk untuk menata dan melakukan pembangunan. Kalau soal izin, listrik, pembebasan lahan, saya pastikan tidak akan ada lagi yang persulit. Saya akan komunikasikan kepada stake holder agar tidak mempersulit seluruh kebutuhan pengurusan pembangunan gudang,” tegasnya. HGA

News Feed