oleh

Edukasi Dini Masalah Persampahan di Sekolah

-Daerah, Kota Palu-dibaca 783 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Lurah Boyaoge, Marwan mengatakan sampah merupakan persoalan yang tidak pernah habis, olehnya edukasi di sekolah terkait masalah persampahan harus dicanangkan agar generasi penerus bangsa bisa memahami bagaimana memperlakukan sampah sesuai dengan peraturan daerah Kota Palu.

“Program walikota juga harus disinergikan dengan pendidikan, misalnya masalah persampahan alangkah baiknya juga dibuatkan aturan yang mengharuskan adanya sisipan pembelajaran tentang persampahan, misalnya mata pelajaran muatan lokal di sekolah diisi dengan edukasi persampahan tadi,” ujar Marwan kepada Sulteng Raya, Senin (29/10/2017).

Dia mengatakan berdasarkan pantauannya 40 persen sampah di Kelurahan Boyaoge merupakan sampah rumah tangga, dimana anak-anak biasa berperan dalam pengangkutan sampah dari rumah tersebut ke tempat pembuangan sampah sementar (TPS), disinilah biasa terjadi masalah karena anak-anak tersebut tidak membuang sampah pada tempatnya.

Baca Juga :   Ninik Rahayu: Kemerdekaan Pers Harus Ditopang Dua Pilar Penting

“Oleh sebab itu, pendidikan terkait persampahan itu sangat penting bagi anak-anak, agar mereka mengerti bagaimana pengelolaan sampah yang baik agar menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar dia.

Dia mengatakan ruh dari satgas K5 itu adalah kebersihan. Olehnya masalah kebersihan ini harus di edukasikan kepada semua kalangan terutama anak-anak agar bisa menjadi generasi yang sadar lingkungan sejak dini.

“Semoga kedepannya apa yang menjadi harapan kami ini bisa segera terwujud, agar masalah kebersihan ini dapat tumbuh dan mengakar kokoh dalam diri setiap masyarakat Kota Palu, dengan begitu Palu Kota Bersih menjadi nyata,” harapnya.ADK

News Feed