oleh

Mantan Sekkot Mangkir, Nursalam Bersaksi

SULTENG RAYA – Mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Aminuddin Atjo mangkir atau tidak datang pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palu, dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Palu Kamis (26/10/2017).

Pada sidang itu, hanya dihadiri saksi mantan Kepala DInas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palu Nursalam dan satu saksi ahli dari Inspektorat Kota Palu, Supratman.

Supratman, yang berstatus sebagai saksi ahli dalam persidangan tersebut, dihadirkan untuk dimintai keterangan terkait temuan-temuan yang didapat oleh Inspektorat dalam aliran dana hibah Koni Palu pada kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014 yang dilaksanakan di Kabupaten Poso sebesar Rp2,7 miliar.

Baca Juga :   Polres Palu Tangkap Residivis Pencurian di Pasar Inpres

Dalam aliran dana sebesar Rp2,7 miliar itu, ahli yang juga merupakan auditor mengaku mendapat temuan sebesar Rp830 juta aliran dana hibah yang belum bisa dipertanggungjawabkan oleh KONI Palu.

Hal itu diterangkannya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh I Made Sukanada, SH.MH, sesuai dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang didengarkan langsung oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palu, beserta kedua terdakwa yakni mantan Ketua Harian Djikra Garontina dan mantan bendahara Kasrianto Abdi, didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Norma Andi Masse, SH.

Sementara itu, Nursalam usai diambil sumpahnya dalam persidangan untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, malah membuat kesaksian atau keterangan yang justru membuat Majelis Hakim kesal.

Baca Juga :   Polres Palu Tangkap Residivis Pencurian di Pasar Inpres

Pasalnya, pertanyaan dari Majelis Hakim oleh saksi tidak memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan dari Majelis Hakim. Sehingga, saksi Nursalam yang merupakan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Palu itu, mendapat teguran tegas dari Majelis Hakim di persidangan.

“Simpel saja jawabnya, disini persidangan, jadi kami minta jawaban hukum bukan jawaban politik, jika tidak ingat nanti kita kasih ingat, Majelis punya cara sendiri agar saksi bisa terang ingatannya serta ingat semua apa yang terjadi,” tegas Ketua Majelis Hakim, I Made Sukanada kepada Nursalam.

Selain itu, Majelis Hakim juga memberikan pertanyaan kepada Nursalam, terkait dana yang didapatkan Dispora Kota Palu sebesar Rp200 juta untuk dipergunakan mengikuti kegiatan di Kabupaten Luwuk pada tahun 2014, beserta dengan proses pencairannya.

Baca Juga :   Polres Palu Tangkap Residivis Pencurian di Pasar Inpres

“Awalnya, kita menghadap kepada Aminudin Atjo yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, tetapi kita diarahkan untuk menemui Wakil Wali Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu pada saat itu,” jelas Nursalam.

Diketahui, di persidangan itu sejumlah saksi tidak memenuhi panggilan JPU untuk hadir sebagai saksi, diantaranya mantan Sekkot Palu, Aminuddin Atjo, Ninong (Mantan Staf) dan saksi ahli hukum dari Universitas Tadulako (Untad). Sehingga JPU kembali meminta waktu kepada Majelis Hakim untuk kembali menghadirkan saksi tersebut pada pekan depan, Senin (30/10/2017). YAT

News Feed