oleh

BNNK Palu Edukasi Mahasiswa

-Kota Palu-dibaca 695 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, telah memberikan edukasi kepada sejumlah mahasiswa dari tiga perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Palu, terkait peran serta mahasiswa dan perguruan tinggi dalam upaya P4GN.
Kepala BNN Kota Palu AKBP Sahidi dalam pertemuan tersebut mengharapkan, agar nantinya mahasiswa itu, dapat menyebarkan informasi yang mereka dapatkan ke pada rekan-rekannya yang ada di kampus masing-masing maupun kepada anggota keluarga mereka.

Mengingat kata Sahidi, bisa saja orang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika, disebabkan oleh kurangnya informasi yang mereka dapatkan terkait dampak negatif penyalahgunaan narkotika, sehingga sangat penting informasi dan edukasi itu disampaikan secara berantai kepada masyarakat, maupun lingkungan pendidikan.

Dengan harapan, masyarakat maupun pelajar serta mahasiswa yang sudah mendapatkan informasi dampak negatif penyalahgunaan narkotika dapat menghindari penyalahgunaan, serta bagi yang sudah terlanjur menjadi penyalahguna, bisa sadar dan menyerahkan diri ke BNN Kota Palu untuk selanjutnya direhabilitasi gratis.

Baca Juga :   PT Kuatkan Putusan PN, Dharma Gunawan Kasasi

Negara saat ini kata Sahidi, telah mengucurkan anggaran yang tidak sedikit, untuk melakukan upaya penyelamatan dan pengobatan (rehabilitasi) kepada masyarakat, yang sudah terlancur terjebak dalam penyalahgunaan narkotika. “Kita akan asesmen untuk menentukan tingkat keparahannya, sekaligus untuk menentukan berapa lama yang bersangkutan direhap, apakah rehap jalan atau tetap,” jelas Sahidi, Sabtu (20/5/2017).

Sekedar informasi kata Sahidi, di tahun 2017 ini, setelah BNN Kota Palu mencoba melakukan penjangkauan pada sekolah di tingkat SMP, dari 8 sekolah yang telah berhasil dijangkau, telah terjaring sebanyak 629 pelajar yang terindikasi menjadi penyalah guna, terdiri dari 74 sabu, 2 ganja sisanya lem fox.

Angka tersebut kata Sahidi, jauh lebih besar dari tahun 2015, saat BNN Kota Palu melakukan penjangkauan di sekolah tingkat SMA, dari 10 sekolah yang dijangkau hanya 223 pelajar yang terjaring.

Baca Juga :   PERIODE JUNI 2022, DPB Kota Palu Sebanyak 251.636 Pemilih

“Ini menunjukan, jika tingkat revalensi makin tinggi dari tahun ketahun, sehingga dibutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, harus dapat ikut berperan serta membantu BNN dalam mencegah dan menekan angka revalensi,” tutur Sahidi.

Perlu diketahui juga kata Sahidi, jika masyarakat yang sudah terlanjur menggunakan sabu maupun THD secara rutin, sulit untuk dipulihkan kembali seperti sedia kala, sebab Sabu dan THD jika dikonsumsi secara rutin tanpa resep dokter dapat merusak sistem saraf pemakainya. Sekalipun orang bersangkutan telah direhabilitasi.

Di tempat yang sama, Akademisi dan Praktisi Untad Palu Dr Asep Mahfud menambahkan, untuk menyelamatkan masyarakat dari serangan sendikat narkotiba, perlu dilakukan pendekatan prepentif secara persuasif dengan melibatkan masyarakat secara umum dan masyarakat kampus secara khusus. Walaupun, cara pendekatan secara persuasif tersebut terbilang lambat terlihat hasilnya. Namun langkah ini sangat ampuh untuk menekan angka penyalahguna.

Baca Juga :   Perbaikan PJU dan Jalan di BTN Roviga Dikerjakan Tahun Depan

“Kita harus bisa bekerjasama dan bersama-sama menyelamatkan generasi, karena serangan ini adalah bagian dari upaya penghancuran dan penguasaan bangsa, tanpa senjata. Ini adalah penjajahan gaya baru yang murah pembiayaan,” pesan Asep. AMI

Komentar

News Feed