oleh

BKIPM Palu Dialog Bersama Pelaku Usaha Ikan

-Kota Palu-dibaca 534 kali

SULTENG RAYA – Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palu, bersama pelaku usaha perikanan di Sulawesi Tengah (Sulteng) berdialog terkait permasalahan perikanan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal tersebut terlihat saat BKIPM Palu bersama puluhan pelaku usaha ikan di Sulteng berkumpul dalam rangka kegiatan bulan bakti BKIPM dengan tema gerakan masyarakat sadar mutu dan karantina (Gemasatukata), Kamis (4/5/2017) di Warkop Aweng Komodo Palu.

Kasubsi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Palu Irmawan Syafitrianto mengatakan, tufoksi BKIPM Palu adalah sebagai sertifikasi kesehatan ikan dan mutu. Sehingga kami mengundang kepada seluruh pelaku usaha ikan untuk berdialog maupun berdiskusi untuk membahas permasalahan yang ada selama ini, dengan mencari solusi bersama-sama.

Baca Juga :   Mas Yanto: Untuk Pertalite dan Elpiji Tidak Langka Selama Pandemi

“Yang kumpul disini para pelaku usaha pengirim ikan dan pengola ikan,” Irmawan Syafitrianto kepada Sulteng Raya.

Lanjut Irmawan Syafitrianto, terkait dengan pengiriman ikan, dirinya mengaku kalau ikan tersebut berasal dari berbagai daerah yang kemudian dilalulintaskan melalui Kota Palu yakni di BKIPM Palu.

“Semua ikan yang keluar harus melalui kita dulu, setelah lewat dari kita, kita sertifikasi layak mutunya, aman untuk di konsumsi dan sehat baru kita rilis,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini perikanan banyak sekali terdapat dinamika didalamnya, sehingga melalui acara dialog ini akan menyatukan pikiran untuk program di 2017 ini.

“Rencana kita di 2017 ini, kita rencana mau ekspor ikan, kalau bisa langsung dari Sulawesi Tengah, siapa tahu nanti disini dari pelaku usaha ada yang sudah bisa untuk itu, sehingga kita terus lakukan pembinaan terhadap pelaku usaha di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Baca Juga :   Tahun Depan, Seluruh Pegawai Non ASN di Parmout Terlindungi BPJamsostek

Dikatakannya, saat ini BKIPM Pal terus secara intens melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha, agar mereka dapat memiliki sertifikasi yang dapat menghasilkan produk yang baik dan layak ekspor, sehingga bisa diterima di negara tujuan.

“Mudah-mudahanlah tahun ini, kita bisa ekspor perdana dari Palu, dari palu atau dari Tolitoli,” tuturnya.

Lanjut Irmawan, sejumlah pelaku usaha yang hadir pada dialog itu diantaranya, pengusaha kura-kura, pengusaha kepiting dan lain-lain. Kegiatan ini juga sebagai sosialisasi terkait peraturan yang masih belum diketahui oleh para pelaku usaha. Pasalnya, BKIPM Palu sering menahan kepiting.

“Kita ingatkan kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan ilegal, jadi semuanya harus dilaporkan, karena itu tuntutan dari kementerian kita. Terdapat didalamnya itu instruksi Presiden tentang gizi Undang-undang Nomor 1 tahun 2017, yang dimana KKP itu sebagai otoritas yang punya kewenangan untuk memberikan jaminan mutu dan ketahanan pangan dan diminta juga KKP untuk mengkampanyekan masyarakat memakan ikan,” jelasnya.

Baca Juga :   DORONG CAPAIAN HERD COMMUNITY, PTM. Alitopan Club-TNI Angkatan Laut Vaksin Masyarakat

Sementara itu, Kepala BKIPM Palu Khoirul Makmun mengatakan, akan memperbanyak kegiatan-kegiatan dialog atau temu dengan pelaku usaha perikanan di Sulteng, guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan pengiriman bahan olahan komoditi, seperti ikan dan lain sebagainya. YAT

Komentar

News Feed