oleh

Makna Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

“Tujuan pendidikan ialah kesempurnaan hidup manusia
sehingga dapat memenuhi segala keperluan lahir dan
batin yang kita peroleh dari kodrat alam”.
(Ki Hajar Dewanatara)

Pendidikan sebagai wujud mencerdaskan kehidupan bangsa adalah pilar bangunan kebangsaan yang telah dicanangkan berpuluh-puluh tahun lalu. Tekad untuk mencerdsakan kehidupan bangsa ini termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Kita tarik mundur ke belakang catatan pendidikan yang Raden Mas Suwardi Suryadiningrat atau lebih dikenal Ki Hajar Dewantara. Bukan hanya pemikiran-pemikiran kritisnya terhadap kolonialisme saat itu. Namun, melahirkan konsepsi dan cita-cita luhur bangsa.

Pemikiran yang ditoreh Ki Hajar bagi bangsa Indonesia merupakan sekelumit filosofi pendidikan Indonesia. Berkaca dari pemikirannya sebagai sebuah inspirasi bagi kita dalam menyikapi pendidikan. Pendidikan di negeri ini sudah kehilangan makna sehingga tujuan pendidikan bukan memanusikan manusia melainkan merobotkan manusia.

Menyadari kondisi saat ini, sudah selayaknya melakukan refilosofi pendidikan di negeri ini. Sebuah upaya mengembalikan hakikat pendidikan sebagai pilar kebangsaan. Lalu yang menjadi pertanyaan, dimanakah refilosofi pendidikan diterapkan? Secara praktis jawabannya adalah pendidikan berawal dari guru. Guru adalah pribadi yang menentukan jaya atau runtuhnya sebuah bangsa dan peradaban manusia. Ditangannya, seorang anak yang awalnya tidak tahu apa-apa bisa menjadi pribadi Jenius. Melalui sepuhannyalah, lahir generasi-generasi unggul. Guru juga yang menentukan arah pendidikan generasi masa datang. Hasil terciptanya sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas ditentukan oleh kualitas pengajaran guru, itulah pentingnya peran guru .

Sebagai seorang guru, bukan hanya mengajarkan materi di dalam kelas, tapi lebih dari itu, tugas guru lebih berat yaitu mendidik siswanya. Ki Hajar menjelaskan menjelaskan trilogi pendidikan yang sering kita dengar yaitu, Kesatu, ing ngarso sung tulodo (yang didepan memberi teladan). Guru merupakan panutan bagi siswa, apalah artinya jika guru hanya bertindak kasar kepada siswa , bahkan guru harus bertindak kasar untuk memberikan tinju seperti Chris John kepada siswa yang berkelahi dengan sesama temannya. Dilain kasus banyak terjadi pencabulan, pelecehan seksual terhadap siswa, apakah layak seorang guru berbuat demikian. Pada kasus lain guru lambat masuk kelas, lalu siswa pun besok mempraktikkannya. Mungkin masih ingat pepatah “ guru kencing berdiri, murid kencing berlari” yang memiliki makna apapun yang dilakukan guru menjadi perintah langsung bagi siswa. Keteladananlah yang menjadi panglima pendidikan.

Kedua, ing madyo mangun karso (yang di tengah membangun keinginan). Guru adalah motivator bagi siswa, mendampingi siswa menciptakan ruang impian yang ia inginkan. Selamilah lingkungan kehidupan siswa agar terjalin keakraban. Hapus stigma guru adalah dewa dan titel menjauhkannya dengan siswa. Jangan posisikan siswa seperti kerbau, cangkir, dan kertas yang tidak berguna sehingga seenaknya diperlakukan. Seorang guru yang baik adalah dia yang bisa menjadi sahabat bagi muridnya. Guru tidak akan bisa jadi motivator jika ada jarak.

Ketiga, tut wuri handayani (yang dibelakang memberi dorongan). Guru memberi dorongan bagi siswa setelah ia menyadari akan impiannya. Biarkan siswa berkembang sesuai bakat dan keinginannya. Memang, disadari kurikulum pendidikan formal belum mampu memberikan ruang kebebasan berekspresi dan berekplorasi.

Inilah Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara, dengan begitu guru mengetahui makna dari trilogi tersebut. Seorang guru yang bisa menjadi teladan sekaligus motivator bagi anak-anak didiknya yang kemudian dijadikan guru favorit oleh para siswa. Apabila seorang guru menjadi guru yang disenangi para siswa, transformasi nilai serta ilmu akan berjalan dengan lancar dan dapat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan siswa.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tadulako Angkatan 2013.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed