oleh

Proyek Jembatan Kuning Tak Maksimal

-Kab. Donggala-dibaca 471 kali

SULTENG RAYA – Jembatan Guntur yang menghubungkan antara Kelurahan Boya dan Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, dinilai tidak maksimal, terkait dengan pengerjaannya yang terkesan tidak rapi.

Dari pantauan Sulteng Raya, terlihat letak lengkung jembatan warna kuning di bagian barat tidak rapi terpasang dan nampak tidak lurus seperti tiang lengkung bagian timur, hal yang sama juga terlihat di bagian selatan dan timur juga ’bengkok’ atau tidak lurus.

Bahkan, material bebatuan kerikil juga masih terlihat di badan jembatan, besi-besi bekas bangunan masih ada yang belum di cat warna kuning pada lengkungan jembatan. Sehingga kondisi itu membuat warga sekitar mengeluh.

Hery yang merupakan warga setempat mengatakan, pembangunan jembatan itu tidak maksimal.

Baca Juga :   Pemda Donggala Rakor Persiapan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

“Apa itu jembatan bengkok-bengkok begitu, tidak sesuai dengan anggaran. Tidak rapi pekerjaannya,” tegas Hery.
Diketahui anggaran jembatan itu mencapai Rp1 Miliar lebih, dimana targetnya yang sesuai RAB rampung di akhir 2016 lalu. Namun, setelah akhir 2016 jembatan itu tidak kunjung selesai dibangun dan terpaksa diperpanjang sampai 60 hari.

Bahkan sudah diperpanjang 60 hari, namun hal itu pun terlihat begitu lambat.

Hery meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Donggala untuk segera mengevaluasi rekanan atau kontraktor yang diduga tidak kerja dengan maksimal.

“Kalau ada rekanan yang kerja lambat seperti ini harus dipertanyakan. PU juga harus mengevaluasi pihak ketiga,” tegasnya. TUR

Komentar

News Feed