oleh

Sabu Senilai Rp1,8 Miliar Diamankan

-Kota Palu-dibaca 443 kali

SULTENG RAYA- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menangkap tiga pelaku, Senin (3/4/2017) sekitar pukul 15.30 Wita.

Ketiganya merupakan jaringan narkoba terbesar di Kota Palu yang berasal dari Malaysia,
“Dalam penangkapan itu, selain mengamankan tiga tersangka, juga mengamankan barang bukti 1 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu,” ungkap Kepala BNNP Sulteng Brigjen Polisi Tagam Sinaga, didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng AKBP Muh Ridwan kepada sejumlah wartawan, di Aula BNNP Sulteng, Selasa (4/4/2017).

Kata dia, tiga tersangka itu yakni satu orang wanita dengan inisial Mg (40), dua lainnya yakni AAW alias Opo serta AAC alias Ko Adi yang ditembak dibagian betis kiri karena mencoba melarikan diri.

Baca Juga :   66 Warga Palupi Terima Vaksin Dosis I dan II

Menurut Tagam, masalah Narkoba merupakan masalah bangsa yang saat ini sedang darurat Narkoba. Bagaimana bahaya Narkoba yang sudah memasuki sendi-sendi masyarakat saat ini sangat penting untuk dihentikan peredarannya.

Menurut Tagam, keberhasilan tim Brantas BNN Sulteng dalam menangkap pengedar Narkoba itu, merupakan kerja keras yang dilakukan hampir dua bulan lamanya, baik siang dan malam untuk memutus peredaran Narkoba di Sulteng.

Penyidik BNNP Sulteng, kata dia, masih terus mengembangkan kasus ini lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku lainnya yang masih berkeliaran. Sementara itu ketiga pelaku dijerat undang- undang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Jika dijual dalam paket hemat, harga maksimal didapatkan sekitar Rp1,8 miliar,” tutup Tagam.

Baca Juga :   Tunggu Aplikasi, TPK Palu Belum Turun Lapangan

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Sulteng AKBP Muh Ridwan menjelaskan kronologis penangkapan para pengedar itu berdasarkan laporan masyarakat sekitar bulan Februari 2017 di sekitar Kelurahan Palupi dan Maesa Kota Palu.

“Kami mendapatkan informasi adanya transaksi dari para pengedar itu, tim langsung melakukan penelusuran,” katanya.

Setelah dua bulan melakukan penyelidikan, para pengedar itu berhasil ditngkap pada Senin (3/4/2017) sekitar pukul 15.30 Wita.

“Ini adalah jaringan terbesar di Kota Palu dan salah seorang dari ketiga tersangka ini sudah tiga kali ditangkap dan ini Residivis, dengan babuk seperti ini maka bisa diancam hukuman mati, namun vonis tetap ada di tangan hakim,” tuturnya.

AKBP Ridwan menambahkan, barang bukti (Babuk) yang berhasil diamankan, yakni sebesar 1 Kg sabu, selain itu sejumlah babuk lainnya juga ikut diamankan yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika.

Baca Juga :   IMM Sulteng Musyda , Ketua DPP: Organisasi Kepemudaan Harus Bersatu

Dirinya mengaku, jika babuk sabu tersebut dirupiahkan maka ditaksir sebesar Rp1,8 Miliar. ANT/YAT

Komentar

News Feed