oleh

Kasus Korupsi, Mantan Kepala BNNK Donggala Dipenjara

-Kab. Donggala-dibaca 785 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala menjebloskan mantan Kepala Badan Narkotika (BNN) Donggala Drs Burhan Maidi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Palu di Jalan Dewi Sartika Kota Palu, Selasa (4/4/2017) siang sekira pukul 13.00 Wita.

Eksekusi Burhan Maidi berdasarkan salinan putusan Mahkama Agung (MA) nomor: 42/Pid.Sus-TPK/2015/PT PAL, bahwa terdakwa Burhan Maidi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi Secara Bersama-Sama dan Berlanjut sebagaimana didakwakan dalam subsidair.

Burhan Maidi divonis oleh Mahkamah Agung dengan hukuman penjara satu tahun empat bulan dan denda Rp500 juta subsidair kurungan penjara.

“Saya barusan eksekusi mantan kepala BNN Donggala,” kata Gatot saat menghubungi Sulteng Raya, Selasa (4/4/2017).

Baca Juga :   Polres Donggala Tangkap Dua Pengedar Sabu-Sabu

Kejari Donggala Gatot Guno Sembodo mengatakan ada lima tersangka dugaan kasus korupsi “berjamaah” di BNN Donggala tersebut, masing-masing Kepala Seksi Pemberdayan Masyarakat Mohammad Yaser, Kepala Seksi Pencegahan Radika Kardinata, Bendahara Umum BNNK Sudirman serta Kepala Tata Usaha I Ketut Rumadi.

Kasi Pidsus Kejari Donggala Noval Taher, ditemui di salah satu rumah makan mengatakan bahwa tahun 2012 lalu, BNN Donggala menyelenggarakan berupa penyuluhan/Sosialisasi P4GN adapun kegiatan tersebut dananya bersumber dari APBN sebesar Rp788.150.680.

Namun dalam di RKA-KL nomor: 0110/0066-01.201/24/2015 tanggal 9 Desember 2011 dan APBD sebesar Rp186.400.000.

Mantan Kepala BNNK Donghgala itu pun diseret ke pengadilan terkait tindak pidana korupsi kegiatan penyuluhan P4GN yang menggunakan dana APBD dan APBN tahun anggaran 2012 sebesar Rp500 juta.

Baca Juga :   Bupati Donggala Diminta Evaluasi Dinas Gunakan BTT

“Perbuatan terdakwa menyebabkan peserta penyuluhan tak mendapatkan hak berupa uang saku dan uang transportasi sesuai dalam RKA-L,” ditambahkan Noval Taher. TUR

Komentar

News Feed