oleh

Pulang Dari Operasi Tinombala

-Kab. Donggala-dibaca 841 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan personel Brimob yang ditemukan tewas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba, Donggala, Senin (3/4/2017), meninggal dengan cara menembak kepalanya menggunakan Pistol Glock 17.

“Ipda Zasmi Diaz tertembak di bagian belakang kepala oleh senjatanya sendiri yakni Pistol Glock 17,” kata Kapolda kepada sejumlah wartawan, Selasa (4/4/2017).

Kapolda menjelaskan kronologis kejadian sekitar pukul 16.15 Wita di kamar mandi Masjid SPN Polda Sulteng. Saat itu, sebagian besar personel kumpul di teras masjid dan sekitarnya, tiba-tiba terdengar suara letusan dari kamar mandi masjid.

“Diduga almarhum masuk ke dalam kamar mandi yang terbuka, dan tiba tiba terdengar sekali ledakan, almarhum langsung terjatuh dengan senjatanya terlempar,” jelas Kapolda.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

Menurut Kapolda, tidak ada seorang pun yang melihat langsung kejadian tsb. Namun setelah terdengar ledakan, seluruh personel yang berada di sekitar lokasi, langsung menuju tempat kejadian dan memberikan pertolongan.

“Almarhum meninggal dunia di perjalanan saat menuju ke RS Bhayangkara Palu,” ujar Kapolda.

Ipda Zasmi Diaz merupakan salah seorang anggota Satuan Tugas Operasi Tinombala yang bertugas mengejar sisa anggota kelompok teroris pimpinan Santoso di Poso.

Dia ditemukan tewas di kompleks SPN Polda Sulteng di Desa Labuan Panimba, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam sebelum berangkat kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan masa penugasannya di Poso.

Glock 17 adalah pistol semi otomatis yang mempunyai julukan Safe Action Pistol oleh prosuden pabrik senjata Glock GmbH di Austria. Pistol Glock 17 ini adalah generasi pertama pitol Glock berbahan polymer ringan.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

Ipda Zasmi Diaz mendapatkan jabatan sebagai komandan pleton 1 Kompi 2 Batalyon B Resimen 2 Satgas Operasi Tinombala 2017.

Jenazah almarhun diberangkatkan ke kampung halaman di perumahan Archa Manik, Bandung melalui Bandara Sis Aljufri Palu, Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 Wita.

Mendiang Ipda Zasmi Diaz, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).
MURNI BUNUH DIRI

Komandan Pasukan Pelopor (Danpaspol) Korps Brimob Mabes Polri, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso memastikan tewasnya perwira lulusan Akpol 2015, Ipda Zasmi Diaz murni bunuh diri.

Hal tersebut dinyatakan Abdul Rakhman saat melayat jenazah di kediaman orangtua Ipda Zasmi Diaz.

“Kita sudah periksa dan dalami memang korban tewas karena bunuh diri,” ujar mantan Kapolrestabes Bandung ini.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

Ditambahkan Baso, korban tewas bunuh diri dengan menembakan senjata api miliknya ke arah rahangnya sendiri. Sebelum ditemukan tewas, Diaz baru mengikuti operasi Tinombala di Poso.

Disinggung motif bunuh diri tersebut, Baso tidak menyebutkan secara jelas. Namun pihak internal masih melakukan penyelidikan lebih mendalam.

“Motifnya masih dalam penyelidikan. Namun saya pastikan tidak ada konflik di internal Brimob. Korban sendiri merupakan prajurit yang baik. Ini takdir Allah, kami sangat berduka,” ungkapnya.

Menjelang Zuhur, jenazah Diaz Disalatkan terlebih dahulu di Masjid Nuruh Hidayah Jalan Dirgantara, Arcamanik. Sebelum menuju pemakaman di TPU Nagrog, Ujung Berung jenazah dilepas dengan upacara Kepolisian oleh rekan-rekannya. ANT/ YAT/SN

Komentar

News Feed