oleh

RCTI: Klaim Warga Vatutela Tak Mendasar

-Kota Palu-dibaca 444 kali

SULTENG RAYA – Pihak PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) mengatakan bahwa tudingan masyarakat Vatutela yang mengatakan bahwa klaim tanah milik RCTI dengan secara ilegal membangun diatas tanah tanpa ada hak kepemilikan dan IMB dinilai tidak mendasar.

Hal itu diungkapkan oleh Head of Corporate Secretary Division RCTI, Tony Andrianto melalui rilis resminya kepada Sulteng Raya, Jumat (31/3/2017). Menurut Tony, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia merupakan suatu Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang jasa penyiaran televisi siaran nasional. Dia mengatakan bahwa RCTI adalah pemilik yang sah dan dilindungi oleh Negara Republik Indonesia atas sebidang tanah berdasarkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) No.

747/Tondo, tanggal 24 Oktober 1997 gambar situasi No.2868/1997, seluas 12.000 meter persegi yang terletak di Kelurahan Tondo,Kecamatan Palu Timur, Kotamadya Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   Ketua TP-PKK Diah Apresiasi Pokja I Konsisten Pengajian Setiap Bulan

Tony juga mengatakan RCTI adalah pemilik satu-satunya atas sebidang tanah SHGB yang saat ini merupakan komplek stasiun Transmisi RCTI. Di atas SHGB tersebut, warga tekah menduduki, menguasai dan mengaku-ngaku sebagai pemilik yang sah tanpa didasari hak sah, terlebih tanpa memperoleh izin dari RCTI sebagai pemilik yang sah.

Tony juga menjelaskan bahwa dengan itikad baik dan sejalan dengan ketentuan perundang-undangan, RCTI telah melakukan mediasi I, mediasi II dan mediasi III namun warga yang menduduki SHGB tidak memberikan tanggapan yang positif atas itikad baik tersebut.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan juga kepemilikan yang dilindungi oleh Negara Republik Indonesia, RCTI telah melakukan laporan polisi nomor: LP/631/XII/2016/Ditrekrimun, tanggal 20 Desember 2016,di Polda Sulteng.

“Bahwa terkait Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan oleh pihak DPRD Palu pihak perseroan berhalangan hadir dikarenakan undangan yan disampaikan sangat mendadak, diharapkan DPRD palu dapat kembali mengadakan RDP serupa dengan memberikan pemberitahuan yang cukup bagi kami untuk hadir, sehingga dapat mendengar dan mengetahui penjelasan perseroan, berserta hal-hal terkait dengan kepemilikan SHGB,”ujarnya.

Baca Juga :   Pekan Depan, BEI Sulteng Sediakan 2.000 Dosis Vaksin Sinovac

Dia juga mengatakan bahwa RCTI telah memberikan surat peringatan (somasi) tertanggal 9 Maret 2015 kepada warga yang menduduki SHGB. RCTI juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan laporan di Polda Sulteng dengan nomor LP/631/XII/2016/Ditrekrimun, tanggal 20 Desember 2016,terkait atas penyerobotan SHGB.

RCTI Diminta Kembalikan Tanah Rakyat
Anggota DPRD Kota Palu, H Nanang meminta agar tanah milik masyarakat Vatutela yang diklaim oleh pihak RCTI dikembalikan hak kepemilikannya. Pasalnya, selama ini masyarakat setempat hanya mengetahui bahwa tanah RCTI seluas 2000 meter saja. Namun belakangan pihak RCTI mengklaim tanah milik mereka di Vatutela seluas 12.000 meter.

Menurut Politisi PKB ini, keberadaan tanah itu tidak diketahui oleh masyarakat setempat, olehnya masyarakat tetap melakukan pembangunan di areal tersebut.

Baca Juga :   PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, LPKA Palu Harap Andik Dapat Meneladani Akhlak Rasullullah

Memang diakui H Nanang, masyarakat setempat bingung darimana tanah tersebut diklaim oleh pihak RCTI.

“Setelah kita telusuri, ternyata RCTI punya sertifikat tanah tersebut seluas 12.000 meter dan akan berakhir pada 24 September 2017,” ujar H Nanang kepada Sulteng Raya belum lama ini.

Terkait masalah tersebut, sebagai wakil rakyat, dirinya telah merekomendasikan kepada Walikota Palu agar pemerintah tidak lagi memperpanjang Hak Guna Bangunan (HGB) yang di kelola oleh RCTI. Dia juga berharap agar tanah tersebut di kembalikan kepemilikannya kepada masyarakat. Karena, dulunya masyarakat telah mengelola tanah di Vatutela tersebut.

“Pada intinya, kita minta kembalikan tanah masyarakat. Karena tanah tersebut merupakan Kawasan pengembalaan ternak masyarakat,” ujar H Nanang. WAN

Komentar

News Feed