oleh

FKMD Sebagai Mata dan Telinga Pemda

-Kab. Sigi-dibaca 453 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), mempunyai tugas pokok sebagai mata dan telinga Pemerintah Daerah (Pemda), serta membantu kepala daerah dalam merumuskan kebijakan Daerah untuk memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Sigi, Wahyu Diono Djanggola, pada Sosialisasi dan Pembentukan FKDM Periode 2017-2020, di aula Kantor Bappeda, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Kamis (30/3/2017).

Kegiatan ini diikuti perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Sigi, dengan menghadirkan narasumber, yakni Ketua FKDM Provinsi Sulteng Syafri Ali Kadir SH, Kasat Binmas Polres Sigi Herman L Spain, Kabid Masyarakat Badan Kesbang Pol Sigi.

Baca Juga :   ACT Palu Distribusi 80 Mushaf Alquran di Sigi

Kaban Kesbangpol Wahyu mengatakan FKMD dituntut sebagai Forum profesional yang melakukan tugas secara optimal, yang dapat mendeteksi dini setiap gerakan-gerakan dimasyarakat yang mencurigakan berdamapak pada gangguan keamanan, ketertiban dan ketentraman di masyarakat.

“FKMD yang telah dibentuk nanti, agar menjalankan tugasnya secara profesional guna tercapainya rasa aman, tentram dan damai dalam lingkungan masyarakat Kabupaten Sigi,” katanya.

Ia menjelaskan, perkembangan lingkungan secara global, nasional maupun regional sewaktu-waktu dapat berbubah dan berkembang yang dapat mempengaruhi lingkungan hidup, perdagangan bebas, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan transportasi.

“Ini dapat mendorong terjadinya perubahan dan kemajuan yang sangat pesat yang berdampak pada berbagai proses kehidupan masyarakat baik dibidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun keamanan yang dapat berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang bermuara kepada tindakan kejahatan, anarkisme, main hakim sendiri, dan terorisme,” jelasnya.

Baca Juga :   ACT Palu Distribusi 80 Mushaf Alquran di Sigi

Hal ini lanjut Wahyu, menjadi perhatian serius bagi pemerintah, masyarakat dan berbagi pihak. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadikan dunia semakin terbuka dan semakin dekat yang seolah-olah tanpa ada batas, sehingga memudahkan hubungan manusia diberbagai belahan dunia semakin lancar.

“Perkembangan yang demikian, tentunya akan menciptakan peluang dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, disisi lain perkembangan tersebut akan memunculkan berbagai problematika kerawanan sosial pula. Contohnya, penyebaran faham-faham radikal, yang dapat menimbulkan benih-benih kekerasan dan konflik sosial serta meningkatnya ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara,” lanjutnya.

Selain itu, permasalahan narkoba juga menjadi piral dan semua negara menjadikan narkoba sebagai kejahatan paling berbahaya. Belum lama ini, BNN Sulteng mengeluarkan data peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, dan Kabupaten Sigi berada di peringkat 6 di Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   ACT Palu Distribusi 80 Mushaf Alquran di Sigi

“Untuk menghadapinya, diperlukan sinergitas antar pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan, kebersamaan, keamanan, kedamaian. Jangan sampai merusak mental generasi muda,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Ia menyatakan, kesemuanya itu dapat kita atasi manakala pemerintah dan semua elemen masyarakat bekerjasama secara optimal, untuk meningkatkan kualitas ketertiban, keamanan dan harmonisasi sosial di wilayah Kabupaten Sigi. FRY

Komentar

News Feed