oleh

Kejayaan Kota Donggala Pasang Surut

-Kab. Donggala-dibaca 788 kali

SULTENG RAYA – Salah seorang Pemerhati Kabupaten Donggala, Jambrin Abubakar menilai bahwa Donggala telah mengalami pasang surut kejayaannya. Donggala dulu pernah mengalami kejayaan dibanding kota lain yang ada di wilayah ini.

“Donggala sebuah kota kecil di ujung barat Teluk Palu, secara historis mengalami pasang surut kejayaan hingga keruntuhan yang tercermin dalam dinamika sosial ekonomi yang kehilangan roh,” ujar Jambrin, Kamis (30/3/2017).

Donggala merupakan kota pertama modern di Sulawesi Tengah yang memiliki sejarah panjang yang beratus-ratus tahun. Dalam catatan Navigasi Cina menyebutkan, tahun 1430 kapal pelayar dari tanah Cina menjadikan Kota Donggala sebagai bagian dari rute pelayaran.

“Dengan itu sampai batas di Donggala saja. Justru di dalam catatan Navigasi Cina itu tidak sampai Makassar hanya sampai Donggala saja,” ucapnya.

Baca Juga :   NasDem Donggala Dorong Koperasi Tani Permuda Akses Pasar

Di Kota Donggala saja, dengan rute dari Sulu-Mindanau dengan Brunei, kemudian ke Mangkaliat. “Mangkaliat itu di Kalimantan Timur, dan ke Donggala,” kata dia.
Tujuan pelayaran mereka yaitu untuk mengadakan perdagangan barang-barang keramik dan pertukaran barang atau perdagangan rempah-rempah.

Sehingga dengan seringnya Donggala dijadikan rute pelayaran seperti itu, mengundang bangsa-bangsa di Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan juga beberapa negara di Asia yang menjadikan Donggala sebagai sasaran perdagangan.

“Nah, dengan adanya hal ini, Belanda mengambil kesimpulan bahwa Donggala harus menjadi satu daerah kekuasaan dan harus dikuasi, dalam arti harus ada pemerintahan disini,” ceritanya.

“Kerena kenapa? Donggala memiliki potensi. Terutama potensi yang namanya hiterland yaitu pendukung pelabuhan itu ada banyak. Ada damar, ada kopra, ada rotan dengan kayu, sehingga menjadi daya tarik bangsa asing,” kata dia.

Baca Juga :   Kontingen Kota Palu Juara Umum POPDA 2021

Sehingga tahun 1891 atau akhir abad 19, itu pemerintah Belanda menempatkan Posthouder di Kota Donggala. Tujuannya Posthouder ini adalah penjaga pantai di sepanjang Teluk Palu yang memantau kapal-kapal asing yang masuk ke daerah Palu, Teluk Palu ini termasuk ke Selat Makasar.

“Poshouder ini, itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya pemerintahan yang namanya Afdeling Donggala,” tutupnya. TUR

Komentar

News Feed