oleh

BNNK Poso Ringkus Dua Pengedar Sabu

-Kab. Poso-dibaca 520 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso, menangkap dua pengedar sabu-sabu masing-masing berinsial MR dan F alias King saat berusaha memasok dan mengedarkan barang haram itu dari Kota Palu ke Poso.

Kepala BNNK Poso Max I Tungka kepada sejumlah awak media, Senin (27/3/2017) mengatakan penangkapan dua warga Kelurahan Mapane Kecamatan Poso Pesisir tersebut, karena diduga kuat sebagai pengguna sekaligus pengedar Narkoba golongan I jenis sabu-sabu.

Dari tangan tersangka MR (25), petugas mengamankan sejumlah barang bukti (babuk) berupa 1 unit HP beserta sim card, 1 buah dompet warna hitam beserta uang tunai sebanyak RP. 1.250.000 dan 2 buah korek api gas.

”Peran tersangka MR dalam kasus ini, ia diketahui sebagai pemilik barang atau bandarnya,” ungkap Max.

Baca Juga :   Dua Warga Poso Tewas Usai Diduga Alami Tindak Kekerasan

Sedangkan dari tangan F alias King (25), petugas menyita 7 paket sabu-sabu (paket hemat) yang dikemas dalam plastik klip bening, 1 unit HP plus sim card, 1 buah dompet warna hitam beserta uang tunai Rp 350.000, 1 buah korek api gas, 1 buah sedot plastik warna putih dan 4 batang potongan gagang katembat.

Max I Tungka mengatakan 7 paket sabu-sabu tersebut oleh para tersangka disembunyikan dalam sebuah powerbank berukuran kecil yang sudah di kosongkan terlebih dahulu isinya.

”Sebenarnya dalam penangkapan kali ini, mereka ada 3 orang, satu diantaranya berinisial LK (25), namun tidak ditemukan barang bukti, jadi yang bersangkutan tidak masuk dalam proses ini. Hanya saja setelah di test urin, ternyata terbukti positif. Sehingga atas permintaannya sendiri, LK akan segera kami masukan ke program rehabilitasi,” terang Max.

Baca Juga :   Dua Warga Poso Tewas Usai Diduga Alami Tindak Kekerasan

Dijelaskan Max, barang haram tersebut didapat para tersangka dari seorang pria warga Kelurahan Kayumalue, Kota Palu yang akrab mereka panggil dengan sebutan Om O.
”Proses pengirimannya mereka gunakan jasa pengiriman barang via kendaraan angkutan umum rute Palu-Poso atau sebaliknya,” tuturnya.

Menurut pengakuan F alias King, barang haram tersebut rencananya akan diedarkan kepada sesame teman dan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Poso.

”Atas pengakuan F alias King pada petugas kami, sasaran penjualannya selama ini adalah selain kepada teman-teman sesama pemuda dan juga para mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Poso,” terangnya.
.
Max menegaskan, kedua tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 112, 114 dan pasal 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal selama 20 tahun kurungan penjara dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar atau paling banyak Rp10 miliar. SYM

Baca Juga :   Dua Warga Poso Tewas Usai Diduga Alami Tindak Kekerasan

Komentar

News Feed