oleh

Wabup Morowali Berang , PT. TAS Diduga Kapalkan Ore ke Cilegon

SULTENG POST – PT. Tehnik Alum Service (TAS) yang beroperasi di desa Torete kecamatan Bungku Pesisir kabupaten Morowali, diduga telah melakukan pemuatan endapan bahan galian yang belum diolah (baca: Ore) sebanyak 5 lima kapal tongkang, yang akan di jual ke daerah Cilegon, Jawa Barat.

Hal tersebut terungkap, setelah Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) kabupaten Morowali melayangkan surat ke dinas Pertambangan Morowali bernomor 660.3/0378/BLHD/X/2014 untuk mempertanyakan tindak lanjut hasil investigasi lingkungan hidup di PT. TAS. Temuan lapangan lingkungan hidup didapati bahwa PT. TAS sedang melakukan kegiatan pemuatan Ore, yang selanjutnya dikirim ke Cilegon sebanyak 5 kapal tongkang untuk pemberian sampel.

Diperoleh informasi, surat BLHD itu sudah yang ketiga kalinya, namun belum mendapat respon dari pihak PT. TAS.

Baca Juga :   Bupati Minta Evaluasi Kegiatan Pemerintah

Mendengar hal itu, wakil bupati Morowali Sumisi Marunduh berang saat mengetahui PT. TAS telah melakukan pengapalan Ore ke Cilegon. Menurut Sumisi, tindakan PT. TAS sudah menyalahi aturan undang-undang (UU) minerba, yang telah melarang kegiatan pemuatan Ore nikel, pasca UU minerba itu diubah. “Ini tidak boleh ! Kenapa bisa mereka melakukan pengapalan, apalagi perusaan yang tidak membuat smelter. Itukan jelas melanggar UU minerba,” tegas Sumisi, kepada media ini di ruangannya, beberapa hari lalu.

Sumisi dihadapan media ini, lanngsung mengambil handphone dan menghubungi Nugrah, salah seorang pejabat di dinas pertambangan Morowali, guna mencari kebenaran informasi tersebut. Nugrah membantah informasi tersebut. “Informasi itu tidak benar,” jelasnya singkat. WATY

Baca Juga :   Bupati Minta Evaluasi Kegiatan Pemerintah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed