oleh

Koperasi Nelayan Mandiri Butuh Pabrik Es

SULTENG POST – Koperasi Nelayan Mandiri (KNM) di dusun Kurisa kabupaten Morowali, sangat membutuhkan pabrik es. Hal itu diperlukan mengingat kebutuhan es balok sangat sedikit. Sementara hasil ikan segar tangkapan nelayan sendiri, terkadang tidak mampu ditampung pihak koperasi. Demikian hal itu terungkap saat sosialisasi sinergitas oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) kabupaten Morowali di dusun Kurisa kecamatan Bahodopi, beberapa hari lalu.

Pak De, salah seorang anggota KNM mengatakan, koperasi nelayan yang saat ini memiliki 46 anggota, hanya memiliki 4 penampung ikan di dusun Kurisa. Selain dusun kurisa kata Pak De, pasokan ikan segar juga datang dari anggota yang berada di wilayah kepulauan kabupaten Morowali. ”Bagaimana kami bisa jalan terus, jika duit koperasi saja tidak bisa memenuhi kebutuhan es.

Untuk tiga ratus kilogram ikan saja, membutuhkan sampai puluhan batok es kecil. Terkadang kami kasian jika es kurang, nelayan sudah jauh-jauh datang bawa hasil, lalu disuruh bawa balik sebagian dari hasil tangkapan mereka,’’ ujar Pak De.

Saat ini lanjut Pak De, KNM hanya bisa menampung sekitar lima ratus kilogram hasil tangkap ikan anggota koperasi. ”Kendala yang kami hadapi solusinya hanya mengadakan pabrik es, agar bisa memenuhi daya tampung hasil tangkapan anggota KNM, khususnya anggota yang jauh tempat tinggalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Fajar kadiskanlut Morowali menegaskan, pihaknya akan menprogramkan kegiatan sesuai dengan program kementerian kelautan yang berkoordinasi langsung dengan program ketahanan pangan ekonomi pesisir, serta validasi KUD Mina oleh direktorat koperasi perikanan pusat. ”Saya melihat KNM sangat bagus. Insyaallah kami akan usahakan bantuan untuk KNM di dusun Kurisa sesuai program yang ada di kementerian kelautan,’’tutur Fajar. WATY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed