oleh

Gabungan Organisasi Wanita Peringati Hari Ibu

SULTENG POST – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), melaksanakan kegiatan seminar sehari dalam rangka memperingati hari Ibu ke-86, di audiotorium kantor Bupati Parmout, Senin (22/12).

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan, Hj. Mariam Marao dalam sambutannya mengatakan, perayaan hari Ibu ke-86 tersebut, merupakan upaya mewariskan nilai-nilai leluhur, dan semangat yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada generasi muda.

Hal itu kata dia, untuk mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan, meniti kemerdekaan, dan pembangunan serta tekad mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa. “Kami laksanakan ini sebagai upaya untuk mewariskan kepada masyarakat di Indonesia, khususnya generasi muda di kabupaten Parmout,” ujarnya.

Baca Juga :   Lagi, Empat Warga Parmout Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sementara itu, Hj. Noorwachida Prihartini Tombolotutu, sesepuh organisasi wanita Kabupaten Parmout dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan seminar yang dilaksanakan Badan Pemeberdayaan Perempuan dan KB bekerjasama dengan GOW diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para orang tua, khususnya ibu di kabupaten Parmout dalam tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta GOW dan masyarakat di kabupaten Parmout dapat berperan aktif dalam mensuksekan pelaksanaan Sail Tomini yang dilaksanakan di kabupaten Parmout pada tahun 2015 mendatang.
“Mari kita memperindah dan membersihkan kabupaten Parmout dalam menyambut pelaksanaan Sail Tomini,” kata dia.
Sementara itu, wakil bupati Parmout, H. Badrun Nggai mengatakan, keterlibatan perempuan di bumi nusantara mengiringi kebangkitan nasional tahun 1908. Apalagi melihat kondisi bangsa Indonesia tahun 2014, bersiap-siap menuju Indonesia yang berkualitas.
Sehingga kata dia, diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi perempuan untuk ikut menentukan dalam mengambil keputusan.”Tentunya kami harapkan semuanya, unuk mengubah semuanya dari diri kita sendiri. Kenapa kepala SKPD kurang perempuan, tentunya itu kemauan perempuan itu sendiri,” ujarnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini keterlibatan kaum perempuan di kabupaten Parmout dalam mengisi pembangunan sudah menunjukkan peningkatan berarti. Contoh kongkrit keterlibatan perempuan di daerah ini yakni, masuknya perwakilan perempuan di parlemen sebagai anggota DPRD. Hal itu, merupakan kebanggan kaum perempuan, untuk itu pihaknya mengharapkan perwakilan perempuan dapat menyuarakan kepentingan perempuan itu sendiri. OPPIE

Baca Juga :   Sulfiana Terpilih Jadi Ketua KPU Parmout

Komentar

News Feed