oleh

Dinkehut Morowali Belum Mendata Kawasan Hutan

SULTENG POST- Kepala dinas kehutanan kabupaten Morowali, Sudir S.Sos mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mengeluarkan data kawasan hutan yang akan dikembalikan ke habitatnya, disebabkan hasil revisi pertambangan terkait pencabutan izin perusahaan tambang belum selesai. ’’Kami belum bisa menjelaskan data kawasan hutan yang lengkap, soalnya revisi pencabutan izin masih dalam pengelolaan pihak pertambangan. Jika sudah selesai akan kita benahi kembali data kawasan tersebut,’’ ujar Sudir kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (17/12).

Kata Sudir, dalam data kehutanan yang ada saat ini, kurang lebih 100 IUP yang telah dicabut oleh Dinas Pertambangan Morowali. ”IUP yang dicabut sekitar 100, jadi kami masih menunggu hasilnya apakah masih ada yang akan dicabut lagi,’’ terangnya.

Hal senada disampaikan kepala Bidang Planologi, Asep. Ia mengungkapkan, masih sekitar 50 IUP lagi yang akan di revisi. ’’Sekitar 50 IUP lagi yang akan direvisi, jadi data wilayah kehutanan saat ini masih belum bisa dikeluarkan” ucap Asep menimpali.

Lebih jauh dikatakan Sudir, meski saat ini peraturan berkaitan dengan UU pertambangan dan kehutanan masih rancu dan membuat bingung oleh pengambil kebijakan, pihaknya tetap akan bekerja sesuai tupoksi. ”Kami bekerja sesuai tupoksilah, kami juga tidak akan gegabah menentang prosedural yang telah dipegang perusahaan. contohnya perusahaan Heng Jaya yang ada di desa Bete-bete. Walaupun statusnya hutan lindung, tapi mereka mengantongi izin dari kementerian terkait,” pungkasnya. WATY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed