oleh

SMKN 3 Palu, Jadi Tempat Pelatihan Pelajaran Produktif

SULTENG RAYA- Sebanyak 80 guru mata pelajaran umum, bakal mengikuti pelatihan pelajaran produktif selama dua bulan di SMKN 3 Palu, terhitung sejak 6 Maret 2017.

Hal ini untuk mensiasati kekurangan guru mata pelajaran produktif di tingkat SMK di Sulawesi Tengah. Berdasarkan penuturan Kepala SMKN 3 Palu Triyono, Sulawesi Tengah saat ini masih kekurangan sekitar 2.600 guru produktif yang tersebar diseluruh SMK di Sulawesi Tengah.

Sehingga untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, pemerintah memprogramkan pelatihan pelajaran produktif kepada sejumlah guru mata pelajaran umum yang tergolong kategori merah.

Yang dimaksud kategori merah kata Triyono, adalah guru mata pelajaran yang tidak memenuhi jumlah jam mata pelajaran sehingga terancam tidak mendapatkan sertifikasi guru.

Baca Juga :   Vaksinasi Guru Diharapkan Mampu Menormalisasi Pembelajaran Tatap Muka

“Kita hanya kekurangan guru mata pelajaran produktif, kalau guru mata pelajaran umum, kita justru sudah kelebihan, sehingga guru mata pelajaran yang dinggap kelebihan ini, dialih fungsikan menjadi guru mata pelajaran produktif,”terang Triyono. Rabu (1/3/2017).

Sejumlah 80 peserta pelatihan mata pelajaran produktif tersebut, terdiri dari 60 untuk guru mata pelajaran sistem komputer jaringan dan 20 untuk guru mata pelajaran teknik ringan (mobil). Mereka ini berasal dari sejumlah SMK yang tersebar di Sulawesi Tengah yang sudah berstatus guru PNS.

Sementara untuk SMK lainnya, mereka dapat mengirimkan guru mata pelajaran umunnya ke SMK Muhammadiyah Palu, untuk mendapatkan pelatihan mata pelajaran produktif. “Sisanya, sebanyak 20 orang itu akan di tempatkan di SMK Muhammadiyah Palu, mereka juga akan mendapatkan pelatihan di sana,”jelas Triyono.

Baca Juga :   Akademisi Unismuh Minta Pemerintah Juga Lakukan Vaksinasi ke Peserta Didik

Sementara terkait mentornya, Triyono mengambil sebagian dari sekolah luar seperti SMKN Tolotoli. Mengingat kata Triyono, jika semua mentor dari SMKN 3 Palu, hal itu akan mengorbankan akademik siswa. “Sebagian kita ambil dari luar, karena kalau semuanya dari SMKN 3 Palu, siswa kami akan menganggur, itu tidak mungkin kami biarkan terjadi, sehingga kami mengambil dari sekolah luar,”tambahnya.

Triyono mengharapkan, agar para peserta pelatihan mata pelajaran produktif tersebut, dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan itu untuk betul-betul menyerap ilmu yang diberikan kepada mereka, sehingga nantinya saat kembali ke sekolah masing-masing, ilmu tersebut dapat disalurkan kepada peserta didik yang ada di sekolah itu. AMI

Komentar

News Feed