oleh

Terkait Meninggalnya Sutrisno, Kapolres Sigi Minta Maaf

-Kab. Sigi-dibaca 481 kali

SULTENG RAYA – Terkait Meninggalnya Sutrisno alias Tolido, warga Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Polres Sigi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

Pernyataan maaf tersebut disampaikan langsung Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan SIK, Rabu (1/3/2017) di ruang kerjanya.

“Atas musibah ini, saya selaku pimpinan Polres Sigi memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi keluarga korban. Dan menghimbau kepada masyarakat Sigi untuk tetap menjaga ketenangan, kedamaian, serta menahan diri dan tidak mudah terprofokasi. Percayakanlah proses hukum ini pada kami,” ucapnya.

Kapolres pun sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kasus tersebut kata Kapolres, dalam proses pemeriksaan di Polda Sulteng. Ditegaskannya, kejadian ini merupakan yang pertama dan berharap juga menjadi yang terakhir.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menegaskan bahwa terkait tewasnya tahanan Polres Sigi, adalah musibah. 4 tahanan yang kabur dari sel hanya dalam hitungan jam, tiga diantaranya langsung dibekuk. Dan seorang lagi masih diburu.

Ketiga tahanan Polres yang melarikan diri dan dinyatakan DPO itu serta berhasil ditangkap kembali itu diantaranya Sutrisno alis Tolido (35), Agien alias Eping, sedangkan Ishak Ibrahim alias Iksan masih burun. Dan saat mereka ditangkap dalam keadaan baik (sehat).

Tapi karena Sutrisno hendak melarikan diri lagi, saat keluar dari sel, penjaga (piket) menahannya dengan cara menarik kakinya. Tapi karena melakukan perlawanan, maka sempat terjadi duel. Perkelahian itu tidak seimbang, dan anggota luka robek, karena menahan sekuat tenaga si Sutrisno ini, maka anggota jaga saat itu berteriak sembari minta pertolongan.

“Namanya dalam kompleks kantor Polisi, maka teman-teman piket itu datang membantu, dan walhasil Sutrisno berhasil dilumpuhkan,” kata Hari.

Karena kondisinya kritis, maka Kapolres memerintahkan anggotanya mengantar Sutrisno bersama anggota yang mengalami luka-luka dengan menggunakan mobil pikup ke RS Bhayangkara Polda Sulteng. Namun dalam perjalanan Sutrisno menghembuskan nafas yang terakhir.

Berdasarkan kronologi kejadian yang diolah Bagian Humas Polres Sigi, sekira pukul 19.30 Wita anggota yang terluka maupun Sutrisno tiba di RS Bhayangkara. Anggota bersangkutan langsung ditangani di UGD dengan dijahit di bagian tangan, sedangkan almarhum Sutrisno dilakukan visum et repertum.

“Jadi tidak benar jika mayat Sutrisno tidak diketahui yang mengantarnya. Karena selain Sutrisno, ada juga anggota ikut dirawat akibat luka robek di lengan kanannya sekitar 5 atau 9 jahitan. Hanya saja memang pihak petugas di Kamar Mayat tidak bisa memberikan keterangan.

Sebab tugasnya hanya mengurusi mayat,” jelas Hari.

Menurut Hari saat ini, pihak Polda telah membentuk tim investigasi yang melibatkan propam. Bahkan beberapa anggota telah diperiksa, termasuk Kapolres Sigi Agung Kurniwan, rekan satu sel almarhum dan anggota yang menangkap almarhum Sutrisno. FRY

Komentar

News Feed