oleh

Pemberdayaan Perempuan Dan Anak, Jadikan Palu Kota Layak Perempuan dan Anak

SULTENG RAYA – Pasca mengalami perombakan, terdapat sejumlah dinas baru yang masih asing di tengah publik saat ini. Salah satunya adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Palu yang sebelumnya tergabung di dalam Badan Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPAKB).

Visi dan misi DPPA Kota Palu yakni menjadikan Kota Palu jadi Kota Layak Perempuan dan Anak.

DPPA terbentuk sejak 1 Januari 2017 lalu, sedangkan BPPAKB Kota Palu berubah menjadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Kota Palu.

Menurut Sekretaris DPPA Kota Palu, Walawati saat ini DPPA masih dalam proses sosialisasi keberadaan dan pemisahan dinas.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan DPPA sendiri, banyak menyangka DPPA masih satu dengan BPPAKB.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Sehinga, pihak DPPA Kota Palu akan lebih banyak melakukan sosialisasi kepada masyarkat tentang keberadaan dan fungsi DPPA Kota Palu,” jelas Walawati kepada Sulteng Raya saat ditemui di kantor DPPA Kota Palu, Senin (20/2/2017).

Semenjak dibentuk, DPPA Kota Palu baru menangani dua laporan yang masuk dari masyarakat terhitung sejak 1 Januari hingga Februari 2017.\

“Kasus yang pertama adalah pengaduan perempuan yang dicemaran nama baiknya, minta didampingi dan dilindungi DPPA Kota Palu. Yang kedua adalah pelaporan seorang nenek yang melaporkan cucunya untuk dibina,” kata dia.

Sementara itu, terkait visi dan misi DPPA Kota Palu menjadikan Kota yang layak anak dan layak perempuan, diimplementasikan dengan memperjuangkan hak-hak anak dan perempuan, salah satunya adalah melakukan penyuluhan dan pembinaan serta peningkatan mutu keluarga.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

“Saat ini, kami akan perkuat dengan melakukan peningkatan mutu keluarga. Karena kalau mutu dalam keluarga tidak baik, maka anak juga ikut menjadi korban yang akan berimbas kepada pola hidup yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Selain hal itu, fokus utama DPPA Kota Palu yakni mencegah anak dan perempuan untuk jauh dari pengaruh narkoba sebagaimana diketahui bahwa saat ini pengaruh dan bahaya narkoba di Indonesia secara umum dan Kota Palu pada khususnya sudah sangat membahayakan.

“Banyak kasus menjadi perhatian kita agar tidak terjadi pada anak-anak kita di Kota Palu, terkait pemberdayaan anak untuk mengedarkan narkoba. Dengan alasan, jika anak yang melakukan tindak pidana lebih ringan hukumannya. Ini juga menjadi perhatian kita, karena jika narkoba sudah menjadi konsumsi anak-anak, maka Kota Palu menjadi kota layak anak tidak akan terealisasi,” tutur Walawati. HGA

Komentar

News Feed